Last Updated:
Teknik Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)
Teknik Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog) https://www.pustakadunia.com

Teknik Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Teknik Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog) - Pada artikel sebelumnya telah banyak di uraikan mengenai peluang usaha budidaya kodok lembu.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sistem dan tata cara budidaya kodok lembu, maka kami sajikan artikel lanjutan tentang kodok lembu (bullfrog)

Panduan Dasar Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Tinjauan Bioteknis - Pengertian dan prinsip dalam budidaya kodok lembu adalah sebagai berikut.

  1. Usaha pembesaran kodok lembu adalah kegiatan pemeliharaan yang dimulai  dari percil (kurang lebih 12 gram/ekor) sampai kodok lembu mencapai ukuran konsumsi, yaitu seberat 200 – 250 g/ekor.
  2. Supaya percil yang bobotnya 12 gram tersebut dapat tumbuh menjadi lebih besar sampai ukuran konsumsi dalam waktu 120-150 hari, maka benih perlu mendapatkan pakan dan air sebagai media hidup yang baik dan sesuai.
    • Pakan untuk kodok lembu ada dua macam yaitu berupa pakan alami (misal ulat hongkong) dan pakan buatan (pellet).
    • Selama masa budidaya berlangsung kodok lembu akan tumbuh (memproduksi daging) dan bersamaan dengan itu juga memproduksi bahan buangan yang merupakan racun bagi kodok lembu sendiri dan bagi kodok lembu yang lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pembersihan tempat budidaya dari kotoran secara rutin.
    • Kodok lembu merupakan hewan yang memiliki sifat kanibalisme sehingga   akan terjadi saling memakan jika ukurannya terlalu jauh berbeda sehingga perlu dilakukan penyortiran (grading) secara periodik.

Prinsip–prinsip tersebut memberikan konsekuensi sebagai berikut.

  • Percil yang ditebar dalam suatu luasan tertentu harus disesuaikan dengan padat yang sesuai supaya tidak terjadi persaingan pakan dan tempat (ruang gerak), yang dapat membuat kodok lembu stress dan pertumbuhannya menjadi lambat.
  • Dalam pemberian pakan alami dan pakan buatan harus disesuaikan dengan adaptasi usus kodok lembu terhadap pakan buatan (pellet).
  • Kegiatan grading dan pembersihan kandang harus benar-benar dilakukan dengan tepat waktu dan disiplin untuk keberhasilan budidaya. 

Baca Juga : Artikel Prospek dan Resiko Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Teknik Budidaya Kodok Lembu

Kandang Pemeliharaan Kodok Lembu

Kandang pemeliharaan untuk budidaya kodok lembu harus memiliki karakter dapat melindungi kodok lembu dari sinar matahari (ada atap) dan mampu mengalirkan air secara kontinyu dan membuang limbah budidaya secara sempurna dapat terlihat pada Gambar. 

Untuk memberikan gambaran teknis kontruksi suatu kandang pemeliharaan kodok lembu diuraikan salah satu contoh dari kontruksi kandang pemeliharaan kodok lembu berikut ini.

  Konstruksi Kandang Pembesaran Kodok Lembu jika Dilihat dari Dalam

Konstruksi Kandang Pembesaran Kodok Lembu jika Dilihat dari Dalam.

Kontruksi kandang pemeliharaan pada umumnya adalah sebagai berikut.

  1. Bentuknya persegi panjang (2m x 3m x 1m).
  2. Jumlahnya tergantung kepada skala usahanya.
  3. Kandang pemeliharaan terdiri dari beberapa bagian yaitu bak, pagar, dan atap.
  4. Bagian bak dibuat dari tembok setinggi 10 – 30 cm dan dilengkapi dengan lantai yang licin agar kodok lembu tidak mudah lecet, untuk itu lantai harus di plester dan dibuat landai ke arah saluran lubang pengeluaran.
  5. Pemasukan air melalui keran atau dengan paralon yang sudah dilubangi melewati kandang dengan diamater 4 – 6 mm atau lebih besar dari batang korek api. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengatur debit air yang masuk kedalam kandang. Keran-keran tersebut dihubungkan langsung ke bak penampungan air dengan paralon ukuran 3/4 inchi.
  6. Bagian pembuangan air dibuat didasar kandang dan langsung dihubungkan dengan saluran pembuangan.
  7. g) Tepi kandang diberi pagar (dari belahan bambu setinggi 70 – 90 cm) dan bagian atas ditutup dengan atap dari rumbia yang murah dan tidak menimbulkan fluktuasi suhu terlalu besar.
  8. Lantai tempat ini diisi dengan air yang tingginya disesuaikan dengan besarnya kodok lembu yang dipelihara (2 – 4 cm).
 Penampakan Konstruksi Kandang Budidaya Kodok Lembu dari Luar

Penampakan Konstruksi Kandang Budidaya Kodok Lembu dari Luar

Kesesuaian Lokasi Kandang Kodok Lembu (bullfrog)

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam budidaya kodok lembu harus dilakukan pemilihan  lokasi yang baik. 

Lokasi yang baik tersebut harus memenuhi SBR (Standar Biological Requirement) sehingga sesuai dengan sifat biologisnya. 

Selain syarat biologis juga harus memenuhi pertimbangan ekonomis dan sosial.

Secara teknis, lokasi budidaya kodok lembu harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut.

  • Dekat dengan sumber air, tetapi bukan merupakan daerah banjir dan bisa mengalirkan air dengan system gravitasi, sehingga menghemat biaya pompa.
  • Kualitas airnya (Tabel 6.1.) baik secara berkesinambungan dan tidak tercemar oleh limbah industri dan logam berat.
  • Jauh dari keramaian dan suasana ribut.
  • Lebih bagus pada tempat yang teduh (terlindung oleh sinar matahari)

Parameter-parameter Kualitas Air yang Harus Diperhatikan dalam Budidaya Kodok Lembu (Boyd, 1982)

Parameter
Kisaran Nilai

Suhu air (0 C)

23,0 - 27,0

PH

7 – 8

Oksigen  (ppm)

2 – 4

CO2

2,6 - 5,6

NH3 (mg/l)

0,4 - 3,34

Alkalinitas (mg/l)

50 – 500

Selain persyaratan diatas, kualitas air juga harus memenuhi persyaratan lain, diantaranya adalah warna air, kekeruhan, dan sifat biologi.

Warna air yang baik untuk pemeliharaan berudu adalah hijau cerah (banyak mengandung plankton akan tetapi cahaya masih bisa masuk kedalam perairan), sedangkan untuk kegiatan seperti pemeliharaan induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan percil, dan pembesaran percil memerlukan perairan yang bersih.

Kekeruhan yang yang disebabkan oleh partikel terkoloid dan tersuspensi dapat diukur dengan sechi disk,.

Kekeruhan yang baik untuk kodok lembu adalah berkisar antara 20 – 40 cm, kecuali pemijahan dan penetasan air harus jernih (> 60 cm).

  • Air mengalir kontinu sepanjang tahun.
  • Jenis tanahnya baik dan tidak poros. Jenis tanah yang baik yaitu tanah terapan dengan kandungan liat 30 persen dan jenis tanah liat atau lempung berpasir dengan perbandingan 3 : 2, karena tanah ini mampu menahan bangunan dan massa air dalam jumlah besar.
  • Topografi tanah harus cocok untuk budidaya kodok lembu. Topografi yang cocok ada dua macam, yaitu lembah yang dasarnya mendatar di salah satu lerengnya dan lembah yang dasarnya mendatar di kedua lerengnya dengan kemiringan 1-3 persen. Lembah tersebut dilengkapi dengan sumber air di tengahnya, sehingga mudah dibuat kolam dan kandang dengan perairan secara peralel. Ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya kodok lembu adalah 400 – 800 m dari permukaan laut.
  • Luas lahan yang tersedia harus sesuai dengan skala usaha.
  • Secara sosial lokasi budidaya kodok lembu harus memenuhi kriteria seperti berikut ini.
    • Dapat menjaga kelestarian lingkungan.
    • Menggunakan sumberdaya alam yang ada di sekitarnya.
    • Dapat menciptakan lapangan kerja atau memakai tenaga kerja setempat.
    •  Keamanan terjamin.
  • Di lain pihak secara ekonomis lokasi budidaya kodok lembu harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
    • Dekat dengan daerah pemasaran atau pusat informasi pasar.
    • Tersedia prasarana jalan yang baik dan sarana angkutan yang memadai   sehingga akan memudahkan dalam mengangkut sarana produksi dan hasil produksi.
    • Sarana produksi mudah didapat.
    • Sarana perhubungan seperti telpon dan lainnya tersedia dengan baik dan lancar.

Standar Proses Produksi Kodok Lembu (bullfrog)

Untuk mencapai sasaran produksi yang direncanakan dalam satu siklus produksi yang dijalankan adalah atas dasar satuan perencanaan yang mengikuti pola sebagai berikut.

  1. Persiapan kandang pemeliharaan (dua sampai lima hari).
  2. Masa budidaya kodok lembu 120-150 hari.
  3. Pergantian air dilakukan setiap hari dan kontinu (mengalir) melalui keran atau paralon yang sudah dilubangi.
  4. Kebutuhan pakan harian adalah 2 – 4 persen bobot biomasa/hari dan komposisi perbandingan antara pakan alami dan buatan disesuaikan dengan umur pemeliharaan kodok lembu.
  5. Dilakukan penyortiran (grading) dalam kurun waktu tertentu untuk menghindari terjadinya akibat dari perbedaan ukuran kanibalisme antar kodok lembu itu sendiri.
  6. Kebutuhan pompa (jet pump) untuk memompa air diwaktu kekeringan.
  7. Sasaran produksi yang dikaitkan dengan tingkat kelangsungan hidup kodok lembu, ukuran udang dan konversi pakan.

Tingkat kelangsungan hidup kodok lembu dengan pemeliharaan yang baik adalah berkisar antara 60- 70 persen, dengan konversi pakan sekitar dua.

Dan target produksi adalah kodok lembu berukuran 200-250 g. 

Manajemen Operasional Budidaya Kodok Lembu (bullfrog)

Manajemen operasional dilaksanakan untuk mencapai sasaran produksi yang direncanakan pada butir 5.4. 

Manajemen operasional secara garis besar terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut.

Manajemen Persiapan Sarana Pembesaran

Untuk membesarkan kodok lembu diperlukan  dua prasarana pokok, yaitu bak penampungan air bersih dan kandang pembesaran. 

Selain itu juga terdapat prasarana produksi pendukung lain, yaitu percil, pakan, peralatan, dan obat – obatan.

Bak penampungan air bersih

Bentuk dan bagian – bagiannya sama dengan bak pembibitan, hanya berbeda ukuran. Untuk skala kecil cukup dibuat bak penampungan air berukuran 2m x 2m x 1m sebanyak empat sampai enam buah.

Kandang pembesaran

Kandang pembesaran kodok lembu harus disesuaikan dengan kepadatan optimal untuk budidaya kodok lembu yang berkaitan dengan sifat kanibalisme dan kecepatan pertumbukan atau perkembangan kodok. 

Kepadatan optimal untuk budidaya kodok lembu adalah berkisar antara 50-70 ekor percil/m2

Kandang pembesaran ini memiliki ukuran 2m x 3m dan berbentuk persegi panjang.  Untuk skala kecil dibutuhkan kandang minimal 9 buah.

Untuk skala menengah dibutuhkan kandang sebanyak 70 buah.

Secara umum konstruksi kandang pembesaran sama dengan pembenihan hanya berbeda pada pembesaran tidak terdapat pelataran dan dapat dibuat berderet, satu deret terdiri dari 10 – 20 buah.

Kandang kodok lembu harus selalu dijaga kebersihannya. Untuk itu perlu perawatan sebagai berikut.

  • Pergantian air dilakukan setiap hari yang dilakukan secara keseluruhan disamping itu dilakukan pergantian air secara kontinyu dari pipa-pipa pemasukkan air
  • Pencucian kandang dilakukan setiap tiga hari sekali untuk membersihkan kandang dari lumut dan kotoran lain yang menampel.
  • Pemberian Kalium permanganat dilakukan dua minggu sekali dengan dosis setengah sendok kecil dan dilarutkan di dalam tiga galon air dan kemudian diberikan untuk satu kandang, hal ini bermaksud untuk membasmi bakteri.

Manajemen Pemilihan Bibit Berudu yang Baik

Salah satu masalah yang dihadapi dalam budidaya kodok lembu adalah sulitnya menentukan saat panen berudu (percil muda) yang tepat karena biasanya berudu yang dipanen ukurannya tidak seragam. 

Jalan satu-satunya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemanenan secara bertahap, yaitu dengan menangkap berudu yang sudah berkaki empat, tetapi masih berekor setiap hari. 

Untuk pemeliharaan sendiri, berudu hasil panenan inilah yang dimasukkan ke kandang pembesaran. 

Namun jika akan dijual pada fase percil berudu  yang masih berekor ini dipelihara dalam hapa selama   7–10 hari lagi tanpa pemberian pakan. 

Sebelum dimasukkan ke dalam kandang, berudu harus diseleksi terlebih dahulu.  Untuk mengetahui benih kodok lembu yang baik dapat dilihat dari bentuk tubuh, perkembangan, warna, kesehatan dan gerakannya. 

Percil Kodok Lembu
Percil Kodok Lembu

Secara umum tanda–tanda percil yang baik harus memenuhi kriteria berikut.

  • Bentuk tubuhnya normal atau tidak cacat.
  • Pertumbuhannya cepat.
  • Sehat dan tidak ada tanda-tanda serangan penyakit.
  • Warnanya cerah atau tidak pucat.
  • Ukuran minimal 10 gram per-ekor.
  • Gerakannya lincah.           

Manajemen Pakan Kodok Lembu (bullfrog)

Pakan merupakan sarana produksi yang paling penting dalam pemeliharaan percil.  Dalam pemeliharaankodok lembu, biaya operasional yang paling banyak dikeluarkan adalah pakan (lebih besar dari 50 persen). 

Jenis pakan yang biasa disediakan untuk percil bisa berupa pakan hidup (belatung, ulat hongkong, dan cacing) atau pakan buatan seperti pelet terapung dan daging keong mas.  Fungsi dari kedua jenis makanan tersebut berbeda.

Untuk pakan alami berfungsi sebagai sumber protein yang dapat mendukung percepatan pertumbuhan baik fisik maupun kualitas daging serta untuk suplemen yang dapat daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.

Jenis pelet yang diberikan untuk  percil sebaiknya berupa pelet khusus kodok butiran.

Akan tetapi jika tidak terdapat dapat digunakan pakan ikan atau udang. 

Selain itu dapat pula diracik pakan sendiri yang dibuat dari bahan 1000 g tepung tapioka, 100 g susu bubuk, 50 g garam, satu sendok teh oktakhlor (tetrasyklin).

Semua bahan dicmpur dan ditambahkan air secukupnya, dan diaduk sampai homogen. Setelah homogen campuran bahan digiling dengan mesin penggiling kemudian dijemur sampai kering.

Pellet yang sudah kering dimasukan kedalam plastik dan disimpan ditempat yang aman dan tidak lembab. 

Waktu pemberian pakan kodok adalah sebanyak tiga kali sehari yaitu pagi (jam 07.00), siang (jam 11.30), dan sore (jam 15.30). 

Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan perkembangan bobot kodok lembu yang dipelihara, sebagai patokan jumlah pakan yang diberikan perharinya adalah berkisar antara 2 - 5 persen dari bobot tubuh kodok lembu yang ada.

 

Gambar Pakan Buatan (pellet) untuk Kodok Lembu

Gambar Pakan Buatan (pellet) untuk Kodok Lembu

Di lain pihak pakan buatan berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup  dan meningkatkan pertumbuhan fisik.

Kandungan gizi pakan hidup alami lebih baik daripada pakan buatan, akan tetapi kurang terjamin kontinuitasnya. 

Sedangkan pelet mudah didapatkan dari toko– toko peternakan. Pakan  alami  dan pakan buatan harus seimbang dalam memberikannya.

Sewaktu kecil persentase pakan alami lebih besar dari pakan buatan, sedangkan untuk ukuran yang semakin besar, maka jumlah pakan alami semakin dikurangi, hingga akhirnya kodok lembu diberi pakan buatan secara keseluruhan. 

Secara lengkap perbandingan antara pakan alami dan pakan buatan dijelaskan pada Tabel.

Perbandingan Pemberian Pakan Alami dan Pakan Pellet untuk Pemeliharaan Kodok Lembu Sampai Ukuran Konsumsi.

Umur percil/kodokPakan pelletPakan alamiKeterangan

1 - 3 hari

-

4  persen

Kodok belajar mengenali lokasi tempat pakan

4 - 7 hari

1 persen

3 persen

Kodok belajar mengenal pakan buatan

8 - 30 hari

2  persen

2 persen

Keseimbangan pertumbuhan

31 - 60 hari

3 persen

1 persen

Keseimbangan pertumbuhan

61 – konsumsi

3 persen

-

Keseimbangan pertumbuhan

Manajemen Pembesaran Kodok Lembu

Pemeliharaan percil adalah kegiatan memelihara kodok lembu dari fase percil sampai ukuran konsumsi (4– 5 bulan). 

Pemeliharaan percil dapat dilakukan dalam kandang tertutup maupun terbuka.

Pemeliharaan percil ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu : persiapan kandang, penebaran percil, pemberian pakan dan pengelolaan rutin.

  • Persiapan kandang

 Persiapan kandang untuk pemeliharaan percil meliputi pembersihan, pengeringan (2–3 hari) dan pengisian air (setinggi 1 cm) sehingga siap ditebari percil.  Paralon air diatur sehingga air selalu mengalir dan tidak meluap.

  • Penebaran percil

Percil ditebar pada pagi atau sore hari saat suhu rendah, untuk menghindari terjadinya stress. Ukuran percil harus seragam untuk menghindari kanibalisme.

  • Pemberian pakan

Pemberian pakan dilakukan setelah percil hilang ekornya. 

Selama masih ada ekornya percil tidak makan dan energi yang dibutuhkan didapatkan dari cadangan makanan yang berada pada ekornya.

Jenis pakan yang diberikan dapat berupa pakan hidup (belatung, ulat hongkong, dan cacing) atau pakan buatan seperti pelet terapung dan daging keong mas. 

Cara pemberian pakan langsung ditebar pada kandang dan pelet akan terapung.  Karena kodok lembu adalah binatang malam (nokturnal) maka pakan yang diberikan pada malam hari harus lebih banyak daripada siang hari, misalnya dengan komposisi pagi 25 persen, siang 25 persen dan malam 50 persen.

Pemberian pakan pada kodok lembu dapat dilakukan dengan cara menyuapi supaya lebih efektif dan tidak ada pakan yang terbuang.

Pemberian Pakan pada Kodok Lembu dengan Cara Disuapi Supaya  Lebih Sedikit Pakan yang Terbuang
Pemberian Pakan pada Kodok Lembu dengan Cara Disuapi Supaya  Lebih Sedikit Pakan yang Terbuang.

  • Pengelolaan rutin

Pekerjaan rutin yang dillakukan dalam budidaya kodok adalah perawatan kandang dengan menjaga kebersihan dari lumut, kotoran kodok,  dan sisa pakan dengan cara disikat dan menyiramnya  dengan air bersih sehingga terbebas dari bibit penyakit. Kegiatan sensor Pemeliharaan Kodok Lembu dapat di lihat pada Tabel.

Kegiatan Sensor Pada Pemeliharaan Kodok Lembu

Umur kodokKegiatan sensorCatatan

Bulan I

1 x 1 minggu

Cara Sensor :

Ø  Angkat yang besar dan pindahkan dalam ember

Ø  Tinggalkan yang kecil pada kandangnya sendiri

Ø  Kumpulkan kodok lembu besarnya sama satukan dalam kandang yang lainnya

Bulan II

1 x 2 minggu

Bulan III

1 x 3 minggu

Bulan IV

Bebas

Penjarangan kodok ketika ukuran bertambah besar juga senantiasa dilakukan  dengan padat penebaran yang baru.

Kegiatan penjarangan tersebut sering disebut sebagai kegiatan sensor.

Kegiatan sensor ini disesuaikan dengan kapasitas tampung kodok lembu per kandang . Untuk kandang berukuran 2 m x 3 m dapat diisi sebanyak 200-400 ekor tergantung kepada umur dan ukurannya (Tabel 6.4.).

Pekerjaan rutin lainnya adalah melakukan pengotrolan terhadap kesehatan kodok lembu agar tidak terlambat dalam mengatasi penyakit yang menyerang dengan melakukan karantina terhadap kodok yang sakit. 

Selain kesehatan, aliran air juga harus dikontrol agar tetap stabil. 

Dengan pengelolaan rutin yang baik, niscaya akan menghasilkan kodok lembu yang berkualitas baik dan tumbuh dengan cepat.

Kapasitas Tampung Kodok Lembu Per Kandang Ukuran 2m x 3m

Umur kodok lembuKapasitas (ekor)

0 – 1 bulan

300 – 400

2 – 3 bulan

250 – 300

4 bulan – siap panen

200 – 250

Manajemen Penanganan Penyakit dan Predator Kodok Lembu (bullfrog)

Pola penanganan penyakit dan predator pada kodok lembu meliputi penanganan pada fase berudu, fase percil, dan fase pembesaran (calon induk).

  • Berudu

Pada fase berudu terdapat sejenis bakteri pada ekor yang luka berwarna kemerahan.  Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan pemberian KMnO2 10 – 20 ppm melalui perendaman selama 15 menit.  Predator pada fase berudu adalah ular, sero, belut, dan ikan liar.

  • Percil

Pada fase percil hingga dewasa seringkali terjangkit luka (borok) dan kelumpuhan akibat gigitan sesamanya.  Pencegahan dilakukan dengan cara menjaga lingkungan yang baik dan makanan yang cukup.  Predator pada fase ini adalah ular, sero, dan ikan liar.

Pembesaran dan Calon Induk Kodok Lembu (bullfrog)

Pada fase dewasa hingga calon induk terdapat penyakit berupa kaki merah, kelumpuhan dan perut kembung.  Pencegahan dilakukan dengan menjaga lingkungan yang baik dan pemberian makanan yang bervariasi (pakan buatan dan pakan alami).

Manajemen Pemanenan dan Pengemasan

Kodok lembu dipanen ketika sudah mencapai ukuran konsumsi, yaitu ketika bobotnya sudah mencapai ukuran 200 – 500 g/ekor. 

Pemanenan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara bertahap dan secara total. 

Pemanenan secara bertahap dilakukan dengan menangkap kodok lembu yang sudah mencapai ukuran konsumsi, sedangkan pemanenan secara total dilakukan ketika masa pemeliharaan sudah berakhir dan semua kodok lembu sudah mencapai ukuran konsumsi.

Setelah pemanenan langkah pertama yang dilakukan adalah seleksi atau grading yaitu memisahkan kodok berdasarkan kelompok ukurannya, setiap ukuran ditampung dalam kandang yang berbeda, dan dihitung jumlahnya. 

Setelah mengetahui jumlahnya maka segera dilakukan penimbangan, sehingga dapat diketahui bobot total dari kodok lembu.

Pengangkutan kodok lembu ke tempat lain menggunakan  styroform

Wadah ini berupa kotak dari bahan sintetis dengan  ukuran panjang 52 cm lebar 37 cm dan tinggi 37 cm yang dibagi menjadi tiga lantai, setiap lantai diberi lubang-lubang kecil di pinggirnya.

Setiap lantai dibatasi dengan lempengan  styroform, dan untuk penahan digunakan belahan bambu yang sudah kering. 

Pada salah satu bagian pinggirnya diberi pintu sebagai tempat untuk memasukkan kodok lembu, sementara diatasnya ditutup dengan penutup, dan disekelilingnya dirapatkan dengan lakban.

Gambar Wadah untuk Pengemasan (packing) Kodok Lembu untuk Ekspor ke Luar Negeri dapat dilihat pada gambar.

 Gambar Wadah untuk Pengemasan (packing) Kodok Lembu untuk Ekspor ke Luar Negeri

Gambar Wadah untuk Pengemasan (packing) Kodok Lembu untuk Ekspor ke Luar Negeri (Chardansyah, 1994).

Bila  styroform  sudah siap kodok lembu dimasukkan melalui pintu. Mula–mula yang diisi adalah bagian bawah, kemudian bagian tengah dan yang terakhir bagian paling atas. 

Setiap lantai dapat diisi sebanyak  5 kg atau sekitar 20 ekor kodok lembu. Jadi, dalam satu styroform dapat diisi 15 kg atau 60 ekor kodok lembu, bila seluruh bagian sudah diisi maka bagian pintu segera ditutup dan dirapatkan dengan lakban. 

Pengemasan ini harus rapi dan bila sudah rapi maka kodok lembu siap diangkut.

  • Struktur Organisasi

Struktur organisasi pelaksana usaha budidaya kodok lembu sederhana dan bergantung pada skala usaha.

Kebutuhan tenaga kerja pada suatu budidaya kodok lembu tidaklah banyak sehingga bisa menghemat biaya operasional, yaitu tiga orang teknisi untuk skala kecil dan sembilan orang teknisi dan salah satunya supervisor dapat dilihat pada Gambar.  

Struktur Organisasi pada Usaha Budidaya Kodok Lembu Skala Kecil
Struktur Organisasi pada Usaha Budidaya Kodok Lembu Skala Kecil

  Struktur organisasi pada usaha budidaya kodok lembu skala menengah

Struktur organisasi pada usaha budidaya kodok lembu skala menengah 

Untuk masing-masing komponen memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Mengenai tugas dan tanggung jawab tersebut dapat dijelaskan seperti berikut

  1. Pemilik modal/pengusaha
    1. Bertanggung jawab terhadap pencapaian sasaran-sasaran perusahaan secara keseluruhan.
    2. Merencanakan dan merealisasikan seluruh program kerja dalam rangka pencapaian sasaran tersebut.
    3. Pada usaha skala kecil pemilik modal merangkap menjadi supervisor dan mengurusi bagian administrasi sehingga bertugas menangani keuangan, perijinan, kepegawaian, kerumahtanggaan, sampai urusan pemasaran.
  2. Supervisor
    1. Bertanggung jawab secara langsung terhadap operasional usaha budidaya kodok lembu skala besar dan membawahi delapan orang pekerja.
    2. Supervisor harus mengetahui teknik produksi didalam budidaya kodok lembu , mampu menganalisa secara cermat serta memecahkan berbagai permasalahan yang mungkin timbul didalam sistem budidaya kodok lembu. Dengan tugas yang diembannya itu, seorang supervisor harus memiliki keahlian dalam bidang perikanan, khususnya budidaya perairan.
  3. Teknisi budidaya
    1. Menangani operasional budidaya kodok lembu mulai dari pemeliharaan (pemberian pakan, persiapan kandang, pengemasan, dan sebagainya) sampai panen.
    2. Melaksanakan perintah supervisor pada usaha budidaya kodok lembu skala menengah dan pengusaha (pemilik modal) pada skala kecil.
    3. Melaporkan segala sesuatu yang janggal baik tentang kesehatan kodok lembu, konstruksi, keamanan maupun peralatan kepada supervisor atau pengusaha (pemilik modal).
    4. Menjaga keamanan dan kebersihan untuk daerah usaha budidaya kodok lembu yang bersangkutan dan sekitarnya.

  1. Teknisi budidaya dan mekanik
    1. Menangani operaional budidaya kodok lembu mulai dari pemeliharaan kodok lembu (pemberian pakan, persiapan kandang, pengemasan, dan sebagainya).
    2. Melaksanakan perintah supervisor pada usaha budidaya kodok lembu skala besar dan pengusaha (pemilik modal) pada skala kecil.
    3. Melaporkan segala sesuatu yang janggal baik tentang kodok lembu, konstruksi, keamanan maupun peralatan kepada supervisor atau pengusaha (pemilik modal).
    4. Menjaga keamanan dan kebersihan untuk daerah usaha budidaya kodok lembu yang bersangkutan dan sekitarnya.
    5. Bertanggung jawab terhadap kerusakan mesin (pompa dan genset pada perusahaan besar) serta listrik.
  2. Teknisi budidaya dan gudang
    1. Menangani operasional budidaya kodok lembu mulai dari pemeliharaan kodok lembu (pemberian pakan, persiapan kandang, pengemasan, dan sebagainya).
    2. Melaksanakan perintah supervisor pada usaha budidaya kodok lembu skala besar dan pengusaha (pemilik modal) pada skala kecil.
    3. Melaporkan segala sesuatu yang janggal baik tentang kodok lembu, konstruksi, keamanan maupun peralatan kepada supervisor atau pengusaha (pemilik modal).
    4. Menjaga keamanan dan kebersihan untuk daerah usaha budidaya kodok lembu yang bersangkutan dan sekitarnya.
    5. Bertanggungjawab akan ketersediaan pakan, peralatan operasional (teknis) budidaya kodok lembu dan segala sesuatu yang ada digudang.

Untuk perusahaan-perusahaan skala menengah petani bersatu menggunakan sistim plasma untuk menjamin kontinyuitas produksi, memiliki komponen yang lain, akan tetapi perbedaanya hanya komponen diatasnya, yaitu suatu perusahaan (skala besar atau kecil) dianggap sebagai plasma-plasma dan dikoordinir (menginduk) pada perusahaan yang lebih besar lagi yang sering disebut sebagai koordinator kelompok (satelit), dan satelit-satelit tersebut mengiduk pada inti sebagai perusahaan terbesar dan penyedia berbagai sarana prasarana dan pemasaran (ekspor).

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 

 Sistem plasma dan inti  untuk para pengusaha yang ingin bergabung dalam menjamin kontinyuitas  produksi

Sistem plasma dan inti  untuk para pengusaha yang ingin bergabung dalam menjamin kontinyuitas  produksi.

Klasifikasi Usaha Budidaya Kodok Lembu 

Usaha budidaya kodok lembu sudah banyak dilakukan oleh para petani dan pengusaha di Indonesia.  Mereka melakukan usaha ini dalam skala yang berbeda.

Untuk para petani biasanya melakukan usaha budidaya kodok lembu dalam skala kecil (rumah tangga), dan skala menengah.

Pembagian skala usaha produksi kodok lembu dilakukan berdasarkan volume produksi.

Untuk skala kecil usaha yang dilakukan memiliki volume produksi berkisar antara 1-3 ton per periode ( lima bulan ) dan untuk usaha skala menengah memiliki volume produksi lebih besar dari 3-5 ton per periode.

Masing-masing skala produksi memiliki perbedaan baik dari segi jumlah pengelola, alat perlengkapan produksi maupun proses produksi yang dilakukan.

Untuk tahu lebih jelas tentang persamaan dan perbedaan antara ketiga skala produksi tersebut, dapat dilihat ciri-ciri dari ketiga jenis skala produksi tersebut.

  1. Produksi skala kecil (rumah tangga)
  • Pemiliknya adalah perorangan (petani/pengusaha)
  • Volume produksi 1-3 ton /periode
  • Jumlah pekerja adalah sedikit dua orang
  • Lokasi budidaya dekat dengan rumah pemilik (pekarangan rumah)
  • Luas lahansekitar 200 m2
  • Tidak terdapat pembuangan limbah yang khusus
  • Tata letak tempat budidaya belum begitu diperhatikan
  • Gudang, maupun rumah jaga masih kecil dan sederhana
  1. Produksi skala menengah 
  • Pemiliknya adalah banyak orang (dalam sistem plasma).
  • Volume produksi 3-5 ton/periode.
  • Jumlah pekerja empat orang.
  • Lokasi budidaya sudah terpisah dari perkarangan rumah
  • Luas lahan sekitar 600 m2
  • Sudah terdapat tempat pembuangan limbah budidaya yang khusus.
  • Tata letak lokasi budidaya susah mulai
  • Memiliki kantor, gudang, dan rumah jaga yang besar dan terpisah tempatnya Tata letak lokasi budidaya sudah diperhatikan.
Glossary Teknik Budidaya Kodok Lembu (bullfrog)

kodok lembu, alamat jual bibit kodok lembu, ternak kodok, kodok bullfrog, katak bullfrog, bibit katak lembu, budidaya katak lembu, jual bullfrog, budidaya katak, ternak katak, budidaya kodok, jual bibit kodok lembu, ternak katak lembu, budidaya kodok lembu, ternak kodok lembu, jual kodok lembu,

cara ternak kodok, ternak kodok sawah, bisnis budidaya, budidaya kodok sawah, jual bibit katak lembu, ternak kodok swike, budidaya katak bullfrog, jual beli kodok sawah, dongeng fabel, ternak kodok bullfrog, pakan kodok lembu, jual katak bullfrog, budidaya kodok ijo, ternak kodok ijo, katak, cerita fabel dalam bahasa inggris, sombong, kodok sakti, gambar katak, daur hidup katak, kodok, cara budidaya kodok sawah, cara beternak kodok, beternak kodok, contoh dongeng fabel,

cara budidaya kodok, ciri ciri katak, cara memelihara kodok, harga em4 peternakan, video ternak kodok, suara kodok, cara ternak katak, katak hijau, cerita fabel beserta strukturnya, budidaya katak sawah, cara budidaya katak lembu, kata sombong, klasifikasi katak, budidaya ternak, harga terpal kolam per meter, kodok ijo, perbedaan katak dan kodok, jual katak, cara budidaya katak, budidaya bullfrog, kodok bangkong,

telur katak, swike kodok, teks report bahasa inggris, lembu untuk dijual 2016, cara berternak, peternakan kodok, makanan katak, suara katak, contoh cerita fabel beserta strukturnya, jual katak hias, foto kodok, jual beli daging kodok, kata k, bahasa inggris binatang, kodok terbesar di dunia, jual bibit bullfrog, telur menetas, jual bibit kodok, cara ternak kodok ijo, anatomi katak, jual kodok bullfrog, ternak katak ijo, budidaya katak ijo, kolam kodok, lembu terbesar, morfologi katak,

Ternak katak sawah, harga kodok sawah, pakan kodok, perbedaan kodok dan katak, jual kodok hias, ciri khusus katak, bibit kodok, pemijahan, nama latin katak, cerita dongeng fabel, kodok besar, kodok hias, percil terbaru, sketsa vas bunga, anak lembu untuk dijual 2016, telur kodok, rantai makanan di kolam, telor kodok, foto katak, katak bernafas dengan, teks deskripsi bahasa inggris tentang hewan, supplier kodok sawah, ringkasan cerpen kupu kupu ibu,

jual daging kodok, daging kodok, jenis katak, bbpbat sukabumi, anak kodok, foto lembu, katak sawah, hewan yang hidup di darat dan air, bibit kodok lembu, gambar kecebong, jual katak peliharaan, cara membuat kerajinan tanah liat vas bunga, jenis lembu, makanan kodok, anak lembu, video kodok, ikan kodok, cara beternak lembu, bunyi katak, contoh teks cerita fabel beserta strukturnya, video lembu,

vitamin untuk lembu, kodok afrika, jual kodok, kodok kodok, katak lembu kediri, jual kucing persia depok, kodok sawah, jenis jenis katak, budidaya maggot media air, suara anak garangan, budidaya genjer, katak afrika, gambar daur hidup katak, pasar kodok, lagu katak, mengapa kulit katak selalu basah dan lembab, manusia kodok, budidaya katak hijau, nama suara binatang,

bunyi suara kodok, jual kodok pakan ikan, gambar kolam terpal, pakan lembu, harga genteng kodok di bali, rumah kecebong jogja, budi daya ternak, cara membuat kolam terpal sederhana, ternak katak hijau, budidaya lembu, ciri ciri khusus katak, habitat katak, ternak maggot, bahasa inggris katak,

makanan kodok sawah, jual bibit katak lembu jogja, hewan katak, lembu jokowi, analisis kelayakan investasi, budidaya pakan alami, pasar kodok bali, video katak, bedah katak, vitamin lembu, klasifikasi hewan katak, bahasa inggris kodok, harga kodok hijau per kg, jokowi kodok, fabel anak, kodok sakti blog, perbedaan katak dengan kodok, daging katak, lembu betina, sinopsis katak hendak jadi lembu,

jual kodok peliharaan, rumah kecebong sleman, jenis jenis lembu, jual beli lembu, mengapa kulit katak selalu basah, morfologi kodok, kodok bancet, taksonomi katak, jual kodok untuk arwana, gambar katak hijau, alamat eksportir bekicot, cerita anak fabel, gambar hewan katak, macam macam katak,

harga kodok bullfrog, ukuran gendang paralon, jual telor kodok, gambar morfologi katak, download suara kodok sawah, sinopsis dongeng anak, katak melompat, katak hias, suara kodok sawah, macam macam kodok, harga paranet per meter 2016, harga kodok lembu, anak sombong, bahasa latin katak, manfaat daging katak,

jokowi dan kodok, hewan kodok, makanan katak adalah, suara lembu, rumah kodok, metamorfosis katak dalam bahasa inggris, daging kodok mengandung cacing, analisa kelayakan investasi, daging kodok dalam islam, cara membuat maggot, kumpulan cerita fabel beserta strukturnya, katak putih,

kodok terbesar di indonesia, cerita katak, makanan katak hijau, manfaat telur kodok, apa makanan katak, daerah peternakan terbesar di amerika serikat diusahakan di wilayah, harga kodok, telor kodok buat bisul, morfologi dan anatomi katak, sketsa gambar vas bunga, desain kolam terpal, jenis makanan katak, cerita anak sombong, binatang kodok, harga bullfrog, khasiat daging kodok, ciri ciri katak hijau, dongeng anak fabel, khasiat telur kodok, lembu untuk di jual, morfologi pada katak, jual katak pakan arwana, dongeng fabel anak, kodok peliharaan jokowi,

kalkulasi ternak entok, manfaat telur kodok untuk bisul, cara memasak swike kodok, cara membuat magot, kodok halal, contoh gambar katak, katak wikipedia, kata katak, dongeng kodok, katak makan, budidaya laron, dongeng katak, adaptasi katak, binatang katak, ternak kodok hijau, cerita fabel anak anak, download suara kodok mp3, budidaya kodok hijau, dongeng sapi, katak bahasa inggris, sistem saraf pada katak, lembu benggala, 1 batang pipa pvc berapa meter, analisa biaya ternak entok, harga terpal a8, ciri khusus kodok, kodok bangkok, gambar katak sawah,

kodok albino, katak peliharaan jokowi, ikan pemakan kecebong, ciri ciri katak dalam bahasa inggris, bahasa inggris melompat, bunyi katak mp3, bagian katak, swike klaten, harga daging kodok, habitat kodok, kodok peliharaan, cari kodok, cara budidaya genjer, masakan kodok sangat lezat, mancing kodok,

jual kecebong, gambar anak katak, cerita sombong, aspek kelayakan investasi, ornamen keramik, katak yang sombong, download video katak, lembu banteng, harga batu kodok, gambar hewan kodok, gambar telur kodok, jenis2 katak, ilmu kodok, lembu, katak mp3, foto kolam terpal, kisah sombong, jual kodok hijau, makanan kodok hijau, telur katak untuk bisul, batu telur kodok,

khasiat batu telur kodok, kecebong bahasa inggris, cerita katak hendak jadi lembu, binatang tambun, gambar katak dan kodok, jenis katak peliharaan, khasiat batu telor kodok, kepala kodok, telor kodok bisul, katak 1, gambar kodok sawah, harga shading net per meter, pasar kodok di bali, lagu anak katak,

 jenis katak hias, gambar kepala kodok, rumah makan kecebong, batu mustika katak, harga terpal 4 x 6 meter, desain vas bunga dari tanah liat, gambar anatomi kodok, jual gambar presiden, batu mustika telur kodok, khasiat telur kodok untuk bisul, batu telur katak, batu kodok ijo, batu barus kodok, harga batu telur kodok , Teknik Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)