Last Updated:
Sumber Bahan Baku Usaha Kulit
Sumber Bahan Baku Usaha Kulit https://www.pustakadunia.com

Sumber Bahan Baku Usaha Kulit

Sumber Bahan Baku Usaha Kulit - Sumber Bahan Baku Dan Ketersediaan Bahan Baku. Industri kulit dan produk kulit menggunakan bahan baku utama yang berasal dari hewan potong seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan kulit lainnya.

Potensi sumber bahan baku kulit mentah seperti sapi, domba dan kambing  di Indonesia cukup besar, hal ini  menjadikan  Indonesia sebagai salah satu negara eksportir kulit  yang  sangat potensial  dan cukup diperhitungkan dipasaran internasional.

Selain kualitas bahan baku kulit mentah Indonesia juga tergolong  cukup baik jika dibandingkan dengan kulit-kulit mentah dari luar negeri, sehingga menjadikan kulit asal Indonesia memiliki kekuatan pasar di luar negeri. 

Disamping itu karena teknologi penyamakan kulit di Indonesia secara umum  sudah tergolong  cukup maju .

Kalau  dilihat dari sumber bahan baku utama industri kulit dan produk kulit yang ada di dalam negeri, sebenarnya industri penyamakan kulit dan produk kulit di Indonesia  tidak akan mengalami  kesulitan bahan baku, karena potensi populasi hewan potong di dalam negeri seperti  sapi, kerbau, kambing cukup besar jumlahnya.

Pada tahun 1998 lalu misalnya populasi sapi potong di Indonesia tercatat berjumlah 11.5 juta ekor, menurun pada tahun 1999 menjadi 11.3 juta ekor.

Kemudian pada tahun 2000 kembali menurun menjadi 11.0 juta ekon dan pada tahun 2001 kembali menurun menjadi 10.3 juta ekor atau pada tahun 2002 tercatat menjadi 10.4 juta ekor.  

Sementara dilihat dari populasi sapi potong menurut wilayah provinsi pada tahun 2002 terbesar  adalah Jawa Timur tercatat  berjumlah 2.5 juta ekor atau 24.1 % dari populasi sapi, disusul  Jawa Tengah tercatat berjumlah 1.3 juta ekor (12.8% ), kemudian Sulawesi Selatan tercatat sebanyak  751 ribu ekor  dan NAD sebanyak 701 ribu ekor . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.  

Perkembangan Populasi Sapi Potong di Indonesia Menurut Provinsi, 1998-2002

 

Provinsi

1998

1999

2000

2001

2002

Porsi (%)

1

NAD

692.538

697.304

668.489

699.956

701.356

6.72

2

Sumut

246.279

247.485

247.781

248.078

248.375

2.38

3

Sumbar

420.688

425.338

429.336

501.356

546.864

5.24

4

Riau

141.907

140.897

144.678

107.646

109.249

1.05

5

Jambi

156.350

150.253

142.054

138.398

142.550

1.37

6

Sumsel

522.090

407.812

420.617

415.743

419.000

4.01

7

Bengkulu

81.223

78.811

79.180

76.686

76.839

0.74

8

Lampung

443.044

409.762

375.115

373.534

380.697

3.65

 

 

 

 

 

 

 

 

9

DKI Jakarta

-

-

-

-

-

-.

10

Jabar

151.543

157.725

174.697

189.518

189.518

1.82

11

Jateng

1.247.995

1.236.580

1.317.341

1.331.103

1.337.758

12.82

12

DI Yogya

201.142

20.2138

206.714

211.889

217.186

2.08

13

Jatim

3.223.055

338.0547

3.312.015

2.514.341

2.514.844

24.10

 

 

 

 

 

 

 

0.00

14

Bali

524.615

526.013

529.074

521.264

523.870

5.02

15

NTB

429.847

374.940

376.526

395.751

403.666

3.87

16

NTT

715704

726.439

485.329

495.051

502.589

4.82

 

 

 

 

 

 

 

 

17

Kalbar

166.838

151.968

151.598

144.538

157.040

1.50

18

Kalteng

49.790

45.346

45.326

39.544

40.055

0.38

19

Kalsel

143.922

140.553

143416

146.763

153.147

1.47

20

Kaltim

40.457

45.907

50.773

53.511

56187

0.54

 

 

 

 

 

 

 

 

21

Sulut

294.666

271.887

276.524

132.514

134.396

1.29

22

Sulteng

273.818

234.489

234.444

231.489

231.997

2.22

23

Sulsel

823.245

749.392

718.139

722.452

751.277

7.20

24

Sultra

292.846

295.717

300.451

235.004

236.180

2.26

 

 

 

 

 

 

 

0.00

25

Maluku

114.228

97.938

97.938

59.387

60.636

0.58

26

Papua

74.942

80.462

80.462

72.246

76.581

0.73

27

Babel

-

-

-

4.157

4.663

0.04

28

Banten

-

 

 

9.236

9.467

0.09

29

Gorontalo

-

 

 

159.334

163.747

1.57

30

Malut

-

 

 

44.091

46.449

0.45

 

 

11.472.772

11.275.703

11.008.017

10.274.580

10.436.183

100

& Sumber : BPS 

Populasi hewan kerbau juga cukup besar populasinya, pada tahun 1998 misalnya populasinya tercatat berjumlah 2.7 juta ekor, menurunmenjadi  2.5 juta ekor, kemudian pada tahun 2000 kembali menurun menjadi  2.4 juta ekor dan pada tahun 2000 menjadi 23.3 ekor atau pada tahun 2002 meningkat menjadi 24.4 juta ekor.

Sedangkan dilihat dari populasi menurut wilayah provinsi  pada tahun 2002 terbesar adalah DI Aceh (NAD),  disusul Sumatera Barat, kemudian Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB dan NTT. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Perkembangan Populasi Kerbau di Indonesia Menurut Provinsi, 1998-2002

 

Provinsi

1998

1999

2000

2001

2002

 

1

NAD

420.748

401.286

391.334

393.369

395.415

16.23

2

Sumut

264.152

264.574

260.049

259.138

260.044

10.67

3

Sumbar

224.338

226.646

230.818

258.226

288.958

11.86

4

Riau

56.309

43.518

44.430

42.829

43.467

1.78

5

Jambi

85.165

77.322

70.102

69.003

70.383

2.89

6

Sumsel

151.982

85.706

85.706

84.215

86.000

3.53

7

Bengkulu

49.308

48.721

46.469

43.823

43.910

1.80

8

Lampung

52.852

49.966

41.302

50.012

50.103

2.06

 

 

 

 

 

 

 

0.00

9

DKI Jakarta

971

639

700

607

796

0.03

10

Jabar

356.005

317.343

326.040

153.372

167.547

6.88

11

Jateng

190.053

182.425

1.82210

170012

170012

6.98

12

DI Yogya

7.239

7.009

6741

5735

5792

0.24

13

Jatim

149.384

144.208

122.431

116.314

116.314

4.77

 

 

 

 

 

 

 

0.00

14

Bali

9.164

7.680

7.765

7.764

7.807

0.32

15

NTB

206.351

163.726

160.634

157.834

159.412

6.54

16

NTT

162.291

164.726

124.049

126.575

132.256

5.43

 

 

 

 

 

 

 

 

17

Kalbar

6.537

7.692

6.194

5.882

8.140

0.33

18

Kalteng

9.902

10.620

11.113

9.472

9.270

0.38

19

Kalsel

34.126

34.271

35.288

35.513

35.911

1.47

20

Kaltim

14.474

13..277

14.5.77

14.937

15.850

0.65

 

 

 

 

 

 

 

0.00

21

Sulut

172

99

0

0

0

0.00

22

Sulteng

7.058

6.766

6.238

6.170

6.467

0.27

23

Sulsel

252.726

211.375

196.327

178.119

206.104

8.46

24

Sultra

11.488

11.044

9.660

9.721

9.770

0.40

 

 

 

 

 

 

 

 

25

Maluku

24.208

23.500

23.500

22.970

23.322

0.96

26

Papua

1.534

1.600

16.00

886

922

0.04

27

Babel

0

0

0

1.327

1.592

0.07

28

Banten

0

 

 

109.604

120.516

4.95

29

Gorontalo

0

 

 

0

0

0.00

30

Malut

0

 

 

0

0

0.00

 

 

2.748.537

2.505.739

2.405.277

2.333.429

2.436.080

100.00

& Sumber : Statistik Peternakan, 2002 

Populasi hewan kambing/wedus juga cukup besar di Indonesia, pada tahun 1998 lalu misalnya populasinya tercatat sebanyak 13.3 juta ekor, turun pada tahun 1999 menjadi 12.7 juta ekor, kemudian pada tahun 2000 kembali menutun menjadi 12.6 juta ekor dan pada tahun 2001 menjadi 12.5 juta ekor atau pada tahun 2002 meningkat menjadi 13.0 juta ekor.

Populasi terbesar menurut wilayah provinsi, antara lain Jawa Tengah sebanyak 22.9 % dari total populasi, disusul Jawa Timur sebanyak 17.9 % dari total, dan Jawa Barat sebanyak 9.3 % dari total . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. 

Perkembangan Populasi Kambing di Indonesia Menurut Provinsi, 1998-2002

 

Provinsi

1998

1999

2000

2001

2002

Share (%)

1

NAD

663.131

622.501

626.983

634.883

642.883

4.93

2

Sumut

691.228

694.338

698.851

703.393

707.965

5.43

3

Sumbar

299.475

234.537

236.929

280.235

331.047

2.54

4

Riau

395.305

215.702

222.912

210.091

220.175

1.69

5

Jambi

124.731

120.340

122.386

122.664

128.797

0.99

6

Sumsel

597.838

420.639

432.080

435.653

440.000

3.37

7

Bengkulu

101.417

102.370

103.356

104.671

105.871

0.81

8

Lampung

725.895

734.026

628.514

726.350

730.764

5.60

 

 

 

 

 

 

 

 

9

DKI Jakarta

8.349

6.415

9.338

9.894

11.000

0.08

10

Jabar

1.698.631

1.666.500

1.705.605

922.633

1.215.908

9.32

11

Jateng

2.899.335

2.812.151

2.968.072

2.974.914

2.981.756

22.86

12

DI Yogya

263.265

263.397

266.894

261.958

264.578

2.03

13

Jatim

2.232.229

2.264.992

2.284.244

2.297.036

2.319.960

17.78

 

 

 

 

 

 

 

 

14

Bali

110.350

103.037

96.003

69.873

70.088

0.54

15

NTB

273.184

234.063

240.877

239.225

251.186

1.93

16

NTT

636.466

654.922

361.714

398.560

420.836

3.23

 

 

 

 

 

 

 

 

17

Kalbar

111.082

123.086

117.797

98.567

151.970

1.16

18

Kalteng

22.676

27.008

29.880

24.079

26.663

0.20

19

Kalsel

64.640

66.756

69.827

73.649

76.286

0.58

20

Kaltim

60.754

59.913

57.501

70.094

72.947

0.56

 

 

 

 

 

 

 

 

21

Sulut

106.696

123.126

125.897

46.682

46.831

0.36

22

Sulteng

210.714

183.314

181.139

162.965

191.526

1.47

23

Sulsel

489.433

461.115

478.594

524.072

536.239

4.11

24

Sultra

212.967

122.323

115.374

89.255

91.490

0.70

 

 

 

 

 

 

 

0.00

25

Maluku

292.751

331.800

331.800

140.564

143.383

1.10

26

Papua

49.532

53.002

53.002

40.357

41.168

0.32

27

Babel

-

-

-

2.588

3.140

0.02

28

Banten

-

 

 

563.405

582.279

4.46

29

Gorontalo

-

 

 

83.931

92.811

0.71

30

Malut

-

 

 

151.648

145.391

1.11

 

T o t a l

13.342.074

12.701.373

12.565.569

12.463.889

13.044.938

100

&  Sumber : Statistik Peternakan, 2002 

Populasi hewan Domba juga cukup besar di Indonesia, pada tahun 1998 lalu misalnya jumlahnya tercatat sebanyak 7.11 juta ekor, meningkat pada tahun 1999 menjadi 7.23 juta ekor, kemudian pada tahun 2000 kembali meningkat menjadi 7.40 juta ekor dan pada tahun 2001 menjadi 7.29 juta ekor atau pada tahun 2002 meningkat menjadi 7.61 juta ekor.

Populasi terbesar hewan Domba menurut wilayah provinsi, antara lain Jawa Barat sebanyak 42.43 % dari total populasi, disusul Jawa Tengah sebanyak 24.95 % dari total, dan Jawa Timur 17.76 % dari total . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. 

Perkembangan Populasi Domba di Indonesia Menurut Provinsi, 1998-2002

 

Provinsi1998199920002001

2002

 

 

Satuan(Ekor)(Ekor)(Ekor)(Ekor)

(Ekor)

(%)

1

NAD

139.595

122.026

119.963

121.067

122.181

1.59

2

Sumut

159.491

170.942

184.583

199.312

215.217

2.81

3

Sumbar

1867

1902

1977

2101

2.233

0.03

4

Riau

-

-

-

-

-

0.00

5

Jambi

51.765

48.220

45.701

45.700

47.985

0.63

6

Sumsel

107.112

54.867

56.014

54.825

56.000

0.73

7

Bengkulu

8.062

7.183

6.261

2.050

1.947

0.03

8

Lampung

44.288

45.231

57.851

48.273

53.274

0.70

 

 

 

 

 

 

 

0.00

9

DKI Jakarta

2.880

4.307

4.972

4.069

4.200

0.05

10

Jabar

3.263.791

3.388.340

3.475.019

3.087.038

3.250.393

42.43

11

Jateng

1.730.607

1.781.114

1.982.988

1.873.659

1.911.132

24.95

12

DI Yogya

73.385

74.479

73600

71389

72103

0.94

13

Jatim

1.322.328

1.333.518

1.342.186

1.347.087

1.360.623

17.76

 

 

 

 

 

 

 

 

14

Bali

61

43

122

157

158

0.00

15

NTB

28.949

16.543

16.804

17.302

18.167

0.24

16

NTT

146.747

151.296

32.079

52.074

55.631

0.73

 

 

 

 

 

 

 

0.00

17

Kalbar

31

27

57

113

73

0.00

18

Kalteng

2.833

3.183

4.093

3.350

3.946

0.05

19

Kalsel

3.439

3.580

3.748

3.602

3.759

0.05

20

Kaltim

1.370

1.185

780

1.177

1.225

0.02

 

 

 

 

 

 

 

 

21

Sulut

-

-

-

-

-

0.00

22

Sulteng

8.926

6.703

6.210

6.091

6.738

0.09

23

Sulsel

1.927

1.867

1.995

1.334

2.095

0.03

24

Sultra

356

366

321

259

260

0.00

 

 

 

 

 

 

 

 

25

Maluku

7.490

6.741

6.741

7.433

7.545

0.10

26

Papua

2.738

2.927

2.927

1.175

1.193

0.02

27

Babel

-

-

-

4

5

0.00

28

Banten

-

-

-

450.476

463.090

6.04

29

Gorontalo

-

-

-

-

-

0.00

30

Malut

-

-

-

-

-

0.00

 

 

7.110.038

7.226.590

7.426.992

7.401.117

7.661.173

100

& Sumber : Statistik Peternakan, 2002 

Secara keseluruhan potensi bahan baku kulit di Indonesia dilihat dari potensi hewan potong  pada tahun 1997 tercatat sebanyak 36.6 juta ekor, turun pada tahun 1998 menjadi 34.7 juta ekor, dan pada tahun 1999 masih menurun menjadi 33.7 juta ekor atau pada tahun 2002 menjadi 33.6 ekor. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Total Populasi Hewan Potong Sapi, Kerbau, Kambing Dan Domba Di Indonesia, 1997-2002

Jenis Hewan

1997

1998

1999

2000

2001

2002

 

(ekor)

(ekor)

(ekor)

(ekor)

(ekor)

(ekor)

 

 

 

 

 

 

 

Sapi

11.939.000

11.472.772

11.275.703

11.008.017

10.274.580

10.436.183

Kerbau

3.065.000

2.748.537

2.505.739

2.405.277

2.333.429

2.436.080

Kambing

14.163.000

13.342.074

12.701.373

12.565.569

12.463.889

13.044.938

Domba

769.8000

7.110.038

7.226.590

7.426.992

7.401.117

7.661.173

Total

36.865.000

34.673.421

33.709.405

33.405.855

32.473.015

33.578.374

Pertumbuhan (%)

-

-5.94

-2.78

-0.90

-2.79

3.40

Rata-rata (%)

 

 

 

 

 

-1.80

& Sumber : Statistik Peternakan, 2002 

Dari tabel di atas walaupun populasi hewan potong di Indonesia  cenderung  menurun, namun dilihat jumlah yang dipotong cenderung meningkat.

Pada tahun 1997 misalnya  jumlah hewan yang dipotong sebanyak 4.3 juta ekor, meningkat pada tahun 1998 menjadi 5.7 juta dan pada tahun 1999 sedikit menurun menjadi 5.5 juta ekor.

Sedangkan pada tahun 2000 hewan yang dipotong  naik   menjadi 6.2 juta  ekor dan pada tahun 2001 naik cukup tinggi menjadi 8.4 juta ekor atau pada tahun 2002 sebanyak 7.6 juta ekor.

Dari total jumlah hewan yang dipotong  terbesar adalah  hewan kambing, menyusul domba, kemudian sapi dan kerbau. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Perkembangan Hewan  Sapi, Kerbau, Kambing Dan Domba Yang Dipotong Selama Di Indonesia, 1997-2002

Jenis Hewan

1997

1998

1999

2000

2001

2002

 

(ekor)

(ekor)

(ekor)

(ekor)

(ekor)

(ekor)

Sapi

1.658.025

1.783.921

1.644.396

1.695.374

1.784.036

1.708.039

Kerbau

225.703

220.855

237.924

213.450

216.746

215.233

Kambing

1.705.794

2500.086

2.388.466

2.385.025

3.303.155

3.261.502

Domba

736.045

1.171.650

1.198.303

1.873.368

3.122.662

2.384.937

T o t a l (Ekor)

4.325.567

5.676.512

5.469.089

6.167.217

8.426.599

7.569.711

& Sumber : Statistik Penernakan, 2002 

Dari perkembangan jumlah hewan yang dipotong tersebut di atas, total kulit mentah yang dihasilkan  pada tahun 1997 tercatat sebanyak 61.6 ton, meningkat pada tahun 1998 menjadi 69.8 ton dan pada tahun 1999 sedikit menurun menjadi 66.1 ton.

Sedangkan pada tahun berikutnya meningkat menjadi 69.5 ton pada tahun 2000 dan pada tahun 2001 meningkat cukup tinggi menjadi 80.7 ton atau pada tahun 2002 sebanyak 75.5 ton.

Dari total jumlah kulit mentah tersebut terbesar kulit mentah dari hewan sapi, selanjutnya hewan kambing.  Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.  

Produksi Kulit Mentah Menurut Jenis Hewan Potong di Indonesia Selama Tahun 1997-2002

Jenis Hewan

1997

1998

1999

2000

2001

2002

 

(ton)

(ton)

(ton)

(ton)

(ton)

(ton)

Sapi

45.595.7

49.057.8

45.220.9

46.622.8

49.061.0

46.971.1

Kerbau

62.06.8

6.073.5

6.542.9

5.869.9

5.960.5

5.918.9

Kambing

68.23.2

10.000.3

9.553.9

9.540.1

13.212.6

13.046.0

Domba

29.44.2

4.686.6

4.793.2

7.493.5

12.490.6

9.539.7

Total  (Ton)

61.569.9

69.818.3

66.110.9

69.526.2

80.724.8

75.475.7

 Catatan : 1 ekor sapi/kerbau = 25-30 kg (kulit mentah)  = 35 ft-40 ft

                1 ekor kambing/domba = 3-5 kg (kulit mentah) =  4 ft   

 Sumber : Diolah

Supplier Bahan Baku Kulit

Sumber bahan baku kulit mentah di dalam negeri  selain didatangkan dari luar negeri juga diperoleh dari rumah-rumah potong resmi milik Departemen Peternakan yang ada di  Indonesia yang dikumpulkan oleh pedagang-pedangan pengumpul atau supplier kulit mentah.  

Cara Memperoleh Bahan Baku

Industri kulit dan produk kulit  di dalam negeri selain memperoleh bahan baku kulit dari industri-industri penyamakan kulit yang ada di dalam negeri juga diperoleh dari sentra pengrajin-pengrajin kulit samak seperti dari pengrajin kulit Desa Sukaregang (Jawa Barat), pengrajin kulit Magetan (Jawa Timur) sentra industri kulit lainnya. 

Cara memperoleh bahan baku tersebut, industri produk kulit seperti industri sepatu, industri jaket kulit, dan produk kulit lainnya dapat membeli langsung ke pabrik kulit atau melalui distributornya atau toko-toko kulit yang ada.

Namun dari penelitian industri-industri produk kulit skala besar  pada umumnya membeli kulit langsung ke pabrik penyamakan kulit.

Selain itu industri penyamakan dapat menjual sesuai dengan permintaan pembeli/produsen produk kulit baik menyangkut jenis kulitnya, motifnya maupun warna atau kehalusannya.

Sedangkan para pengrajin kulit kulit, cara memperoleh bahan bakunya biasanya membeli lansung ke toko/distributor atau ke pengrajin kulit di sentra-sentra industri.

Cara memperoleh bahan baku kulit melalui :

  1. Importir
  2. Kamar Potong Resmi
  3. Pedagang Pengumpul
  4. Ritel (toko kulit)