Last Updated:
Prospek dan Resiko Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)
Prospek dan Resiko Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog) https://www.pustakadunia.com

Prospek dan Resiko Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Prospek dan Resiko Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog) - Prospek pengolahan kodok lembu dianalisa dengan menggunakan metoda SWOT, yang bertujuan menganalisa situasi perusahaan yang meliputi lingkungan internal, terdiri dari kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness), dan lingkungan eksternal yang terdiri dari peluang (Opportunity) dan ancaman (Threaten)

Analisa SWOT terhadap Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Faktor-faktor strategis internal yang menjadi kekuatan/Strength dari usaha budidaya kodok lembu terletak pada aspek –  aspek berikut.

  1. Pemasaran ke luar negeri (ekspor) sampai saat ini tidak menjadi masalah karena keadaan pasokan (supply) kodok dunia masih belum memenuhi permintaan (demand).
  2. Belum banyak pelaku usaha yang terjun ke bidang usaha budidaya kodok lembu sehingga persaingan usaha belum cukup ketat.
  3. Daya adaptasi kodok lembu yang besar, sehingga memungkinkan untuk mendapatkan derajat kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang tinggi sewaktu membudidayakannya, dan memiliki resiko gagal yang rendah pada teknis pemeliharaan.
  4. Budidaya kodok lembu juga lebih menjanjikan dibanding dengan budidaya perikanan lain, karena monitoring kesehatan lebih mudah dilakukan terhadap kodok lembu dibanding komoditas perikanan lain yang hidup di air. Hal ini disebabkan karena komoditi perikanan lain hidup di dalam air sehingga menyulitkan pengecekan kesehatan secara visual dibandingkan kodok lembu yang wujudnya tampak dari permukaan air (binatang amphibi).
  5. Peluang lain yang mendukung budidaya kodok lembu adalah dengan adanya pelarangan untuk menangkap kodok liar, menjadikan persaingan untuk mendapatkan kodok lebih sedikit.
Kodok Lembu
Faktor-faktor strategis internal yang menjadi kelemahan /Weakness usaha budidaya kodok lembu.

  1. Belum banyaknya petani yang tahu cara/perijinan dan jalur menuju ekspor, sehingga jalur distribusi terpotong oleh tengkulak dan menyebabkan petani merugi dan menghambat perkembangan budidaya kodok lembu.
  2. Produk dari kodok lembu (paha kodok) sangat riskan terhadap penurunan mutu sehingga pengawasan terhadap standar mutu produk sangat ketat. Hal ini dapat merugikan petani yang kurang tahu akan hal tersebut.
  3. Sulit mendapatkan percil dalam jumlah yang banyak karena unit-unit pembenihan yang ada belum mencukupi. Hal ini merupakan dampak lain dari masih sedikitnya pelaku usaha budidaya kodok lembu
  4. Faktor keamanan, karena biasanya budidaya kodok lembu dilakukan di tempat yang sepi dan di areal pinggiran yang masyarakatnya hidup dibawah garis kemiskinan.
  5. Industri budidaya kodok lembu sangat sensitif terhadap perubahan harga jual maupun harga komponen- komponen produksi.

Faktor-faktor strategis eksternal yang menjadi peluang/Opportunity usaha budidaya kodok lembu

  1. Indonesia adalah negara yang memiliki sangat banyak daerah yang cocok dengan standar biologis kodok lembu (terutama di daerah Jawa).
  2. Pengembangan usaha kodok lembu tidak memerlukan tempat yang mahal, dan sederhana cara budidayanya, sehingga dengan dukungan investor, dapat diharapkan Indonesia menjadi penghasil kodok lembu terbesar di dunia.
  3. Dengan teknologi pengolahan yang tepat diharapkan semua bagian tubuh dari kodok lembu dapat dimanfaatkan, yang akan meningkatkan diversifikasi produk olahan kodok lembu.
  4. Besarnya potensi pasar dunia, dan meningkatnya kesadaran gizi masyarakat sehingga masyarakat mulai beralih ke makanan dengan protein tinggi yang secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan kodok lembu.
  5. Budidaya kodok lembu tidak memerlukan bahan baku impor, sehingga pengadaan bahan baku tidak tergantung pada kondisi nilai tukar mata uang regional.
  6. Adanya perbaikan perekonomian makro (nasional) yang diindikasikan dengan mulai tumbuhnya perekonomian Indonesia di tahun tahun 2002 yang semakin kuat memberikan harapan untuk berinvestasi dan berusaha kembali.
  7. Adanya perhatian pemerintah yang lebih pada sektor perikanan akan memberikan peluang yang lebih besar terhadap usaha budidaya kodok lembu di Indonesia.

Faktor-faktor strategis eksternal yang menjadi ancaman / Threats usaha budidaya kodok lembu

  1. Belum adanya persatuan pembudidaya kodok lembu yang mengatur kendali harga sehingga tidak dipermainkan oleh para tengkulak, dan untuk memperkuat distribusi budidaya kodok lembu.
  2. Hambatan standar kualitas dan mutu yang ditetapkan pasar internasional terhadap produk paha kodok.
  3. Situasi politik dan keamanan yang tidak menentu akan berdampak buruk bagi perkembangan bisnis usaha budidaya kodok lembu dalam negeri. 

Strategi Bisnis Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Berdasarkan kondisi peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan tersebut, beberapa alternatif strategi dapat diformulasikan sebagai berikut

  1. Membangun dan mengembangkan kerjasama antara berbagai pihak pelaksana bisnis kodok lembu , mulai dari kemitraan strategis antara berbagai penyedia bahan baku produksi (usaha pembenihan, usaha penyedia pakan dan obat-obatan), para petani/pengusaha kodok lembu, industri pengolahan kodok lembu dan mitra usaha lainna dalam bidang pemasaran.
  2. Merintis jaringan kemitraan usaha untuk diversifikasi produk kodok lembu olahan.
  3. Memperkuat jaringan distribusi yang dimiliki oleh pengusaha.
  4. Peningkatan penguasaan pasar dengan ekspansi usaha.
  5. Peningkatan produksi dengan peluang proyeksi permintaan yang cenderung meningkat.
  6. Meningkatkan kemandirian dengan cara menyatukan dua rantai budidaya yaitu pembenihan dan pembesaran, sehingga pengusaha tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan benih dalam jumlah banyak, dan berkualitas.
  7. Meningkatkan kompentensi industri usaha budidaya kodok lembu dengan standarisasi kualitas produk dan industri.
  8. Kerjasama yang baik dari semua pihak untuk menjaga stabilitas dibidang politik, sosial dan keamanan.
  9. Mendorong pemerintah untuk menjamin kestabilan nilai tukar rupiah.

kodok bullfrog
Resiko Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Kodok lembu merupakan hewan yang mudah beradaptasi  dibandingkan dengan komoditas perikanan lain.

Meskipun demikian kodok lembu adalah  makluk hidup yang tidak terlepas dari penyakit, predator, dan faktor-faktor lain yang bisa menjadi penyebab terjadinya penurunan pertumbuhan dan derajat kelangsungan hidup.

Selain aspek teknis juga perlu diwaspadai aspek lain seperti keamanan, ekonomi, dan hal lain yang bisa menyebabkan terjadinya kegagalan dalam budidaya kodok lembu.

Aspek-aspek yang menjadi penyebab terjadinya kegagalan yang sering disebut aspek kritis pada budidaya kodok lembu adalah sebagai berikut.

  1. Masa persiapan
    1. Lokasi budidaya harus aman dari pencurian karena dikhawatirkan akan mengganggu masyarakat setempat dengan bunyi kodok lembu yang dipelihara.
    2. Kurang tertutupnya kandang dan saluran air masuk dapat menyebabkan masuknya predator seperti sero, ular dan sebagainya.
    3. Desinfeksi dan pembersihan yang kurang sempurna bisa menjadi penyebab terjangkitnya penyakit seperti mata putih, dan kaki merah.
  2. Masa pemilihan dan penebaran percil
    1. Percil kurang seragam bisa menyebabkan kanibalisme
    2. Kualitas dan kondisi percil harus bagus sehingga derajat kelangsungan hidup dan pertumbuhan kodok lembu tinggi
    3. Pisahkan bibit/percil yang terkena penyakit supaya tidak menular pada yang lain
    4. Dilakukan aklimatisasi supaya kematian percil sewaktu penebaran berkurang. 
  1. Masa pemeliharaan kodok lembu
    1. Kurang menjaga kebersihan bisa menyebabkan terjadinya penyakit
    2. Pemberian pakan yang kurang atau berlebih tidak bagus karena bisa menyebabkan kanibalisme dan memburuknya lingkungan pemeliharaan kodok lembu.
    3. Dilakukan sortasi berdasarkan ukuran dalam kurun waktu tertentu untuk menghindari kanibalisme.
    4. Penyimpanan pakan yang baik supaya terjaga kualitasnya.
    5. Karantinakan kodok lembu yang sakit supaya tidak menular ke yang lain
    6. Jangan sampai terlambat mendeteksi adanya penyakit, sebelum terjadi kematian massal
  2. Masa panen dan penjualan
    1. Perlu hati- hati dalam penangkapan dan penanganan kodok lembu supaya tidak terjadi penurunan kualitas produk yang bisa menyebabkan kecewanya konsumen dan berpengaruh terhadap harga produk
    2. Tidak representatifnya sampling bisa menyebabkan adanya produk yang dibawah atau diatas ukuran jual

Aspek-aspek tersebut yang harus diperhatikan dalam memproduksi kodok lembu.

Faktor keberhasilan usaha budidaya kodok lembu adalah dengan selalu menjaga agar kodok lembu selalu nyaman selama dalam lingkungan budidaya, sehingga kita harus selalu berusaha mencukupi kebutuhan kodok lembu dalam hal biologis.

Pemantauan (monitoring) dan penanganan aspek-aspek kritis perlu terus dilakukan.

Pengelola harus tegas dalam menetapkan perintah dan peraturan terhadap teknisi dan semua orang yang masuk kedalam lingkungan budidaya untuk mengantisipasi kegagalan budidaya kodok lembu.

Faktor lain adalah pengelola harus selalu memantau perkembangan harga jual maupun harga biaya operasional seperti benih dan pakan sehingga tidak merugi.

Selain itu pengusaha juga sangat perlu untuk mengikuti perkembangan teknologi budidaya kodok lembu.

Aspek Finansial Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Usaha budidaya kodok lembu yang banyak terdapat di lapangan adalah usaha skala kecil.

Dalam artikel ini akan disajikan analisis finansial usaha budidaya kodok lembu untuk skala kecil dengan kapasitas produksi 3 ton kodok per periode.

Masa produksi kodok lembu berlangsung selama 5 bulan dengan input berupa percil dan output berupa kodok hidup layak konsumsi.

Masa 5 bulan dalam tiap periode produksi tersebut telah mencakup masa jeda antar periode produksi yang digunakan untuk mempersiapkan tempat pemeliharaan dan pembelian input produksi berupa precil dan bahan lainnya.

Dalam usaha ini diasumsikan besarnya persentase hidup kodok pada akhir masa produksi adalah 60% dari jumlah kodok di awal masa produksi.

Standar Biaya (Total Cost Project) Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Pembiayaan kodok lembu  secara garis besar dibagi menjadi dua  bagian, yaitu biaya investasi, dan modal kerja yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. 

Sebagai ilustrasi  akan diuraikan struktur pembiayaan untuk usaha budidaya kodok lembu skala kecil.

Pembiayaan usaha skala kecil tersebut  tertera pada Tabel.

Struktur Biaya Usaha Budidaya Kodok Lembu untuk Skala Kecil (3 ton kodok hidup/periode)

No

Komponen Biaya

Struktur Biaya

 

 

Rp

%

1

Investasi

       34,100,000

45.41

2

Operasional

 

 

 

  Biaya tetap

8,625,000

11.49

 

  Biaya variabel

       32,362,000

43.10

Jumlah Pengeluaran

       75,087,000

100

Dari struktur biaya tersebut dapat dilihat bahwa biaya investasi usaha budidaya kodok lembu dengan skala kecil memiliki persentase paling besar (45,41%) diantara komponen biaya lainnya.

Di lain pihak, pada komponen biaya operasional, biaya variabel (43,10%) jauh lebih besar dibandingkan biaya tetap (11,49%) yang harus dikeluarkan tiap periodenya.

Komponen biaya terbesar pada biaya operasional adalah pembelian precil yang diikuti oleh biaya pembelian pakan buatan (pelet).  

Penerimaan Usaha Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Penerimaan usaha berasal dari penjualan kodok lembu ukuran konsumsi yang diperhitungkan sebanyak 3 ton untuk skala kecil dengan harga jual Rp 20.000,00 per kilogram. 

Dengan demikian total penerimaan selama satu periode untuk budidaya kodok lembu skala kecil adalah sebesar Rp. 60.000.000,- .

Dalam arus kas, hasil penjualan dari satu periode dibukukan sebagai pemasukan pada periode berikutnya.

Kelayakan Investasi Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Untuk menentukan kelayakan finansial dari usaha budidaya kodok lembu  dilakukan analisis dalam beberapa kriteria meliputi periode pengembalian (pay back periods, PBP) rasio manfaat biaya (benefit cost ratio, BCR), nilai tunai neto (net present value, VPV), tingkat penghasilan internal (internaL rate of return, IRR) dan titik impas (break event point, BEP).

Hasil analisis kelayakan usaha budidaya kodok lembu skala kecil dapat dilihat pada Tabel. berikut.

Analisis Kelayakan Usaha Pembesaran Kodok Lembu pada Skala Kecil (3 ton)

Kriteria

Nilai

NPV

Rp 62.310.454

IRR

36,58%

BCR

1,37

PBP (periode)

1,42

BEP (kg)

          1,734

BEP (Rp)

     34.698.274

Dari hasil analisis pada Tabel menunjukkan , dengan asumsi harga tetap selama masa proyeksi, usaha dapat mengembalikan seluruh modal investasi dan modal kerja baik komponen kredit maupun modal sendiri dalam waktu kurang dari dua periode.

Dengan biaya modal diasumsikan sama dengan biaya kredit (19% per tahun), rasio manfaat biaya neto (=didiskonto)  pada usaha skala kecil adalah sebesar 1,37. 

Rasio ini cukup layak seperti rasio manfaat biaya usaha pada umumnya, namun perlu diperhatikan sensitivitas usaha kodok lembu terhadap kenaikan biaya operasional maupun penurunan harga jual kodok.

Analisis Sensitivitas Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

Analisis sensitivitas tiap-tiap kriteria kelayakan dilakukan untuk mengetahui perubahan nilai kelayakan yang terjadi jika terjadi perubahan variabel biaya ataupun pemasukan.

Dari hasil analisis dapat dinilai apakah usaha tersebut layak dibiayai jika terjadi penurunan harga dan kenaikan biaya operasional ataukah tidak.

Hasil analisis sensitivitas dapat dilihat pada Tabel berikut ini.

Analisis Sensitivitas Usaha Pembesaran Kodok Lembu pada Skala Kecil (3 ton)

Kondisi

Normal

1

2

3

4

5

NPV

Rp 62,310,454

Rp 12,522,172

Rp 38,279,839

Rp 39,241,063

(Rp 8,339,554)

(Rp 23,544,356)

IRR

36.58%

22.97%

29.92%

30.18%

16.56%

11.83%

BCR

1.37

                 1.07

1.22

1.23

0.95

0.86

PBP (bulan)

1.42

                 1.65

1.48

1.47

1.60

1.72

BEP (kg)

1,735

           1,734.93

1,735

1,735

1,735

1,735

BEP (Rp)

34,698,274

   34,698,517.95

34,698,404

34,698,399

34,698,630

34,698,677

Keterangan :

Kondisi 1 : Harga jual turun sebesar 5%

Kondisi 2 : Harga beli percil naik sebesar 10%

Kondisi 3 : Harga beli pelet naik sebesar 10%

Kondisi 4 : Harga beli percil dan pelet naik sebesar 15%

Kondisi 5 : Harga jual turun 5%, harga beli percil dan pelet naik 10% 

Dari hasil analisis sensitivitas diatas terlihat bahwa usaha kodok lembu lebih sensitif terhadap penurunan harga jual kodok dibandingkan kenaikan harga beli percil maupun pelet.

Hal ini dapat dilihat dari penurunan nilai IRR dan NPV yang cukup besar dibandingkan dengan kondisi normal.

 

Aspek Pemasaran Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog) 

Pasar Ekspor dan Domestik - Mengingat kodok merupakan salah satu jenis komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan komoditas ekspor yang baik,  maka pemerintah Indonesia mengambil langkah untuk memperluas pasar.

Daerah pemasaran utama untuk ekspor kodok adalah Belanda, Belgia, Luxemburg, Perancis, dan Jerman untuk Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).

Negara-negara USA, Kanada dan Asia seperti Malaysia, Hongkong, Singapura, dan Jepang juga merupakan pasar yang baik untuk komoditi kodok lembu. Pada Tabeldapat dilihat volume dan nilai ekspor paha kodok.

Selain pasar luar negeri, pasar dalam negeri juga terus dikembangkan. Hal ini mengingat konsumsi paha kodok lembu di Indonesia  cukup besar dilihat dari meningkatnya jumlah menu makanan dari paha kodok di warung dan restoran.

Untuk dalam negeri konsumen kodok biasanya terdapat pada kota-kota besar seperti Jakarta, Denpasar, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan Bandung.

Volume (ton) dan Nilai (US $) Ekspor Paha Kodok Tahun  1995–2001
TahunVolume (Ton)Nilai US $ (x1000)Kenaikan Volume (%)

1995

506,8

2163,4

-

1996

375,0

1541,7

-26

1997

262,5

1176,2

-30

1998

375,0

1487,9

+30

1999

262,5

852,6

-30

2000

415,0

1108,0

+58

2001

393,0

1418,0

-5

Sumber: Data Statistik Perikanan 2001.

Untuk volume dan nilai ekspor kodok pada beberapa tahun terakhir ditunjukkan oleh Tabel, dimana ekspor kodok peningkatannya kecil dari tahun 1995-2001.

Hal tersebut terjadi karena adanya krisis ekonomi dan kondisi keamanan dalam negeri yang menyebabkan penurunan volume dan nilai ekspor, akan  tetapi perkembangannya mulai membaik setelah tahun 1999.

Negara-negara Penghasil Kodok Lembu (Bullfrog)

Negara pesaing utama Indonesia dalam ekspor kodok lembu adalah Thailand dan Bangladesh yang merupakan dua negara terbesar penghasil kodok lembu di dunia.

Indonesia menduduki tempat ketiga sebagai penghasil kodok didunia.

Selain kedua negara tersebut terdapat beberapa pesaing yang mulai muncul bagi negara Indonesia dalam menghasilkan kodok lembu dan selalu mengembangkan teknologinya dalam menghasilkan kodok lembu diantaranya adalah Cina, dan beberapa negara di Amerika Utara sebagai negara asal kodok lembu.

Tingkat Persaingan Pasar Kodok Lembu (Bullfrog)

Indonesia sebagai peringkat ketiga negara penghasil kodok lembu terbesar dari beberapa negara di dunia memiliki peluang yang lebih besar setelah pelarangan penangkapan kodok dari alam di India dan Bangladesh.

Dengan adanya peluang pemasaran ke berbagai negara yang cukup besar maka kita harus meningkatkan produksi budidaya kodok lembu dan teknologi budidaya serta pengolahannya sehingga dapat bersaing dengan negara lain.

Indonesia juga perlu mewaspadai kemajuan teknologi budidaya kodok lembu di Cina, Thailand, Taiwan dan beberapa negara di Amerika Utara dengan semakin ketatnya persyaratan standar mutu kodok lembu dari negara-negara pengimpor.

Perkembangan Harga Kodok Lembu (Bullfrog)

Perkembangan harga kodok lembu mengalami penurunan dari tahun 1990-1999 sebesar 1,85 persen.

Hal tersebut terjadi akibat adanya krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1995-1999 bahkan penurunan harga tersebut semakin besar mencapai 10,61 persen.

Setelah kondisi keamanan Indonesia mulai pulih dan kegiatan perekonomian mulai berjalan, maka harga kodok mulai konstan dan bahkan cenderung menunjukkan sedikit kenaikan pada beberapa tahun terakhir. 

Adanya perkembangan harga yang mulai membaik merupakan peluang bagi pengusaha kodok lembu untuk meningkatkan produksinya, baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.     

Perkembangan Harga (US $)/kg Ekspor Paha Kodok Tahun 1990– 2001
TahunHargaUS $TahunHargaUS $

1990

3,41

1996

4,11

1991

4,16

1997

4,48

1992

4,19

1998

3,59

1993

3,76

1999

2,59

1994

3,89

2000

2,95

1995

4,27

2001

3,25

Rata-rata kenaikan tahun 1990-1995 (%)

- 1,85

Rata-rata kenaikan tahun

1996-2001 (%)

- 10,61

  Sumber: Data Statistik Perikanan 2001.

Kesimpulan dan Rekomendasi terhadap Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)

  1. Kodok lembu (Bullfrog) sudah mulai di kenal dan dibudidayakan di Indonesia sejak duapuluh tahun yang lalu.
  2. Kodok lembu dapat di pasarkan dalam bentuk kodok hidup atau bentuk paha kodok yang siap olah .
  3. Prospek ekspor maupun konsumsi dalam negeri untuk komoditi kodok lembu memiliki prospek yang cukup baik.
  4. Budidaya kodok lembu dalam skala kecil (produksi tiga ton) dalam tingkat usaha masih tetap layak untuk di pertimbangkan.

Glossary Artikel Prospek dan Resiko Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog) 

budidaya kodok, ternak kodok, alamat jual bibit kodok lembu, budidaya katak, ternak katak, jual beli kodok sawah, katak hijau, klasifikasi katak, budidaya ternak,

makanan katak, suara katak, cerita sunah rosul, foto kodok, kata k, nama latin ikan mas, kodok terbesar di dunia, kepiting halal atau haram, morfologi katak, harga kodok sawah, perbedaan kodok dan katak, sabun kodok, contoh ikan air tawar, nama latin katak, kodok besar, gambar metamorfosis katak,

telur kodok, metamorfosis pada katak, kodok beracun, ikan gabus terbesar di indonesia, klasifikasi ikan mujair, daging kodok, jenis katak, anak kodok, katak terbang, katak sawah, makanan dan minuman yang halal dan haram, sang kodok, gambar kecebong, makanan kodok, ikan kodok, jenis ikan konsumsi, video lembu,

Jenis jenis katak, kodok sawah, hukum memakan kepiting, budidaya maggot media air, budidaya genjer, cara mengusir kodok, proses metamorfosis katak, pasar kodok, sate kodok, rumah kecebong jogja, kodok pacman, kodok terbang,

pasar kodok tabanan, ternak maggot, cara budidaya maggot, makanan kodok sawah, masakan kodok, analisis kelayakan investasi, video katak, kodok sakti blog, kodok lembu,

daging katak, kodok bancet, umpan kodok, suara kodok sawah, macam macam kodok, kodok halal atau haram, kodok haram atau halal, makanan katak adalah, suara lembu,

apa makanan katak, jenis makanan katak, cara membuat magot, katak afrika, gambar katak sawah, swike klaten, jenis ikan air tawar, kodok sakti, gambar katak, metamorfosis katak, ciri ciri katak, suara kodok, ikan air payau, kodok ijo, perbedaan katak dan kodok, kodok bangkong, swike kodok, nama ikan air tawar, percil terbaru, kodok kodok, Prospek dan Resiko Usaha Budidaya Kodok Lembu (Bullfrog)