PustakaDunia.com

Karakteristik Industri Furniture

Karakteristik Industri Furniture Karakteristik industri furniture tradisional ini dilihat dari jumlah tenaga kerja  termasuk industri padat karya. Sedangkan dilihat dari  peralatan mesin-mesin yang digunakan juga sangat sederhana yaitu hanya mesin potong (gergaji), mesin serut listrik tangan, mesin bor tangan  dan alat-alat lainnya.

Akan tetapi dalam perkembangannya produk-produk yang dihasilkan oleh industri-industri furniture tradisional ini banyak sekali diminati  oleh konsumen, karena selain harganya relatif murah juga jenis produk yang dihasilkannya sangat tradional (antik). Seperti  produk-pruduk furniture yang dihasilkan di sentra industri  furniture  Jepara, saat banyak sekali digemari konsumen baik konsumen lokal maupun konsumen luar negeri.

Industri Non Tradisional 

Sedangkan karakateristik  industri furniture skala menengah dan besar dilihat dari jumlah tenaga umumnya menggunakan tenaga kerja relatif banyak yaitu antara  200 sampai 1000 pekerja,  dan mesin-mesin yang digunakan sudah menggunakan teknologi yang sudah cukup maju, seperti mesin panel saw, mesin radial arm saw, mesin potong memanjang (Altendof), mesin router, hand bor, mesin horizontal bor, mesin vertical bor, multi bor, soft forming, mesin edging dan peralatannya lainnya.  

Sedangkan dilihat dari bahan baku kayu yang digunakan baik industri  tradional maupun non tradisional  secara spesifik hampir sama. Ada beberapa jenis bahan baku kayu yang umum dipakai antara  lain kayu Jati, kayu Agathis, kayu Mahoni, Sonokeling, Rimba dan lain-lain yang bisa dibudayakan.

Sementara itu realisasi penanaman hutan tanaman industri di Indonesia terlihat  mulai berjalan walaupun perkembangannya  berjalan sangat lamban. Pada periode tahun 1997/1998 realisasi HTI  di Indonesia tercatat mencapai 266.609 ha, menurun pada tahun 1998/1999 menjadi 180.506 ha. Kemudian pada tahun  berikutnya yaitu tahun 1999/2000 tercatat menjadi 137.491 ha atau pada tahun 2001 realisasinya hanya mencapai 66.972 ha. Menurunnya realisasi penanaman hutan tanaman industri (HTI) tersebut diantarannya adalah   banyaknya perusahaan HTI yang dicabut izinya karena tidak dapat memenuhi target penanaman hutan tanaman industri. 

Realisasi Penanaman Hutan Tanaman Industri Per Provinsi 5 Tahun Terahir.

 

PROVINSI

1997/98

1998/99

1999/2000

2000

2001

1

DI Aceh

12.275

5.454

959

472

19

2

Sumatera Utara

7.887

5.196

2.358

1.022

3.028

3

Sumatera Barat

1.515

420

315

0

0

4

Riau

52.613

34.199

51.014

29.429

30.208

5

Jambi

19.027

13.260

23.007

16.294

15.569

6

Sumatera Selatan

6.144

4.994

4.085

6.431

1.683

7

Bengkulu

300

13

0

0

0

8

Lampung

1.500

2.744

0

92

580

9

DKI Jakarta

0

0

0

0

0

10

Perum Perhutani

0

0

0

0

0

11

Kalimantan Barat

31.089

14.000

4.265

10.791

2.829

12

Kalimantan Tengah

20.621

11.976

5.854

2.351

3.769

13

Kalimantan Selatan

4.010

7.465

3.762

689

374

14

Kalimantan Timur

72.036

61.788

37.245

10.679

8.393

15

Bali

0

0

0

0

0

16

NTB

695

112

0

0

0

17

NTT

1309

0

0

0

0

18

Timor Timur

342

0

0

0

0

19

Sulawesi Selatan

1.518

605

225

22

22

20

Sulawesi Tengah

4.646

2.721

72

335

335

21

Sulawesi Tenggara

2.702

400

543

0

0

22

Sulawesi Utara

2.199

758

0

0

0

23

Maluku

11.847

7.535

3.789

1.140

162

24

Irian Jaya

12.698

6.866

0

0

0

25

Jumlah

266.608

180.506

137.493

79.748

66.972

Sumber : Departemen Kehutanan R.I