PustakaDunia.com

Cara Ternak Kelinci

Cara Ternak Kelinci - Tentu hampir semua orang mengenal kelinci. Binatang kecil imut ini banyak di jadikan tokoh dalam film kartun. Ini yang membuat Kelinci sangat di kenal dan akrab oleh masyarakat. Namun sayangnya kelinci hanya di anggap sebagai tontonan saja, padahal kelinci menyimpan potensi ekonomi yang cukup lumayan. Terutama untuk mendongkrak perekonomian keluarga. Oleh sebab itu kami menyajikan artikel tentang cara ternak kelinci dengan baik dan benar.

Budidaya Kelinci ? Kenapa Tidak

Kelinci pada awalnya merupakan hewan liar yang hidup bebas dan sulit di jinakkan. Upaya menjinakkan kelinci hingga menjadi hewan ternak sudah dilakukan sejak 2000 tahun silam. Selain sebagai bahan pangan kelinci di ternak juga sebagai hewan peliharaan dan sering juga di jadikan hewan percobaan.

Pengembangan budidaya kelinci ini di lakukan hampir di seluruh negara di dunia. Salah satu keunggulan kelinci yang membuat hewan ini di jadikan hewan ternak adalah kemampuan kelinci yang memiliki daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi. Daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi ini membuat kelinci dapat hidup dan berkembang di seluruh bagian daerah di dunia ini.

Kelinci-kelinci ini banyak di kembangkan di daerah-daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi. Penyebutan yang berbeda-beda atas kelinci menciptakan khasanah bahasa seperti kata rabbit untuk menyebut kelinci di wilayah Eropah dan negara-negara berbahasa Inggris, Kelinci dalam bahasa Indonesia dan juga di sebut trewelu di bahasa Jawa dalam menyebut kelinci.

Sentra / Pusat Peternakan Kelinci

Peternakan kelinci di Indonesia umumnya merupakan peternakan tradisional. Hewan kelinci pun belum di kategorikan sebagai hewan ternak yang menguntungkan. Hal ini menyebabkan tidak adanya sentra / Pusta Peternakan kelinci di Indonesia.

Jenis-jenis Kelinci yang di Budidayakan di Indonesia

Sebelum membahas lebih lanjut tentang jenis Kelinci yang banyak di budidayakan di Indonesia maka perlu juga di perkenalkan klasifikasi ilmiah kelinci.

Menggunakan  sistem Binomial, golongan bangsa kelinci dapat dimasukan / diklasifikasikan ke dalam:

  • Ordo : Lagomorpha
  • Famili : Leporidae
  • Sub famili : Leporine
  • Genus : Lepus, Orictolagus
  • Spesies :  Lepus spp., Orictolagus spp.

Terdapat beberapa jenis kelinci yang umum diternakkan yaitu;

  1. Kelinci American Chinchilla,
  2. Kelinci Angora,
  3. Kelinci Belgian,
  4. Kelinci Californian,
  5. Kelinci Dutch,
  6. Kelinci English Spot,
  7. Kelinci Flemish Giant,
  8. Kelinci Havana,
  9. Kelinci Himalayan,
  10. KelinciNew Zealand Red,
  11. Kelinci White dan Black, Rex Amerika.
  12. Kelinci lokal

Kelinci Lokal yang berkembang di Inonesia ini sebenarnya kelinci yang berasal dari dari Eropa namun galur ras kelinci tersebut telah banyak bercampur dengan jenis kelinci lain hingga sulit dikenali ras aslinya. Kelinci-kelinci inilah yang di kenal sebagai ras kelinci lokal.

Sedangkan Jenis kelinci New Zealand White dan kelinci Californian merupakan kelinci yang sangat baik di gunakan untuk produksi daging, sedangkan kelinci Angora dimanfaatkan untuk diambil bulunya.

Manfaat Ternak Kelinci

Beberapa manfaat yang diambil dari hewan kelinci adalah daging dan bulu kelinci. Khusus daging saat ini mulai dikenal oleh masyarakat karena manfaat yang tinggi dan harga yang masih relatif murah. Sehingga daging kelinci saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain daging dan bulu hasil ikutan dari ternak kelinci masih dapat dimanfaatkan dalam bentuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.

Persyaratan Lokasi Peternakan Kelinci

Agar hasil yang di peroleh dalam beternak kelinci itu maksimal maka sebaiknya calon peternak memenuhi dahulu kebutuhan dalam menentukan lokasi peternakan kelinci. Syarat-syarat yang di butuhkan antara lain :

  • Dekat sumber air,
  • Jauh dari tempat kediaman,
  • Bebas gangguan asap,
  • Jauh dari sumber bau-bauan,
  • Jauh dari sumber suara bising
  • dan tempat yang terlindung dari predator.

Pemenuhan atas syarat-syarat lokasi peternakan kelinci yang baik ini dapat meminimalisir kegagalan dalam beternak kelinci.

Pedoman Teknik Budidaya dan Ternak Kelinci 

Beberapa langkah yang pending di lakukan dalam beternak kelinci antara lain :

  1. Persiapan lokasi yang sesuai dan memenuhi syarat dalam beternak kelinci
  2. Membuat kandang yang sesuai dengan karakter kelinci,
  3. Menyiapkan bibit yang sesuai
  4. Menyediakan pakan dan obat-obatan yang dibutuhkan dalam beternak kelinci.

Penyiapan Sarana dan Perlengkapan Ternak Kelinci

Salah satu sarana dan perlengkapan dalam beternak kelinci yang sangat vital adalah kandang kelinci. Kandang ini berfungsi sebagai tempat tinggal dan berkembangbiak  bagi kelinci.

Kandang kelinci yang ideal memiliki suhu berkisar 21 derajat Celcius, dengan sirkulasi udara lancar, juga menerima lama pencahayaan matahari yang ideal 12 jam dan tentunya dapat melindungi kelinci dari predator.

Berdasarkan kegunaan dari kandang maka kandang kelinci di bagi antara lain :

  1. Kandang indukan . Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya
  2. Kandang pejantan, khusus untuk kelinci pejantan yang memiliki ukuran tubuh lebih besar
  3. Kandang anak kelinci lepas sapih.

Cara menghindari perkawinan awal / perkawinan dini dari kelinci dengan dilakukan pemisahan antara kelinci jantan dan kelinci betina.

Kandang dengan ukuran 200x70x70 cm dan tinggi alas 50 cm cukup menampung 12 ekor kelinci betina atau dapat diisi dengan 10 ekor jantan. Sedangkan kandang anak (kotak beranak) dapat di buat dengan ukuran 50x30x45 cm.

Berdsarkan bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:

  • Kandang kelinci sistem postal, yaitu kandang tanpa halaman pengumbaran, kandang ini biasa ditempatkan di dalam ruangan dan sangat cocok untuk kelinci yang masih muda.
  • Kandang kelinci sistem ranch ; Kandang ini juga dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
  • Kandang kelinci battery; Kandang kelinci yang di buat mirip sangkar berderet dimana setiap satu kandang di isi untuk satu ekor kelinci dengan sistem konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).

Sedangkan perlengkapan kandang yang dibutuhkan berupa tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan. 

Teknik Pembibitan Kelinci

Dalam memilih bibit tentu harus di sesuaikan dengan tujuan akhir dari beternak kelinci. Bila mempunyai tujuan untuk mendapatkan bulu dari ternak kelinci maka jenis kelinci yang harus di siapkan yaitu Angora, American Chinchilla dan Rex.

Sedangkan bila target dan sasaran dari beternak kelinci itu daging maka jenis kelinci yang harus di persiapkan antara lain : Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand.

Untuk kelinci hias maka jenis yang dapat di siapkan antara lain : Anggora, Dutch, Rex,Holland Lop, Dwarf Lop, French Lop, Anggora Lop dan lain-lain.

Namun secara teknik budidaya baik kelinci bulu, pedaging maupun hias itu sama saja.

Cara Pemilihan Bibit dan Calon Induk Kelinci

Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.

Perawatan Bibit dan calon induk

Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.

Sistem Pemuliabiakan

Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:

  1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
  2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
  3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.

Reproduksi dan Perkawinan

Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan. 

Proses Kelahiran

Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.

Pemeliharaan Kelinci

  • Sanitasi dan Tindakan Preventif : Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit
  • Pengontrolan Penyakit : Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.
  • Perawatan Ternak : Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.
  • Pemberian Pakan : Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. 

Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.

Pemeliharaan Kandang

Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.

Hama dan Penyakit Kelinci

  • Bisul : Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit. Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.
  • Kudis : Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh. Pengendalian: dengan antibiotik salep.
  • Eksim : Penyebab: kotoran yang menempel di kulit. Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl.
  • Penyakit telinga : Penyebab: kutu. Pengendalian: meneteskan minyak nabati.
  • Penyakit kulit kepala : Penyebab: jamur. Gejala: timbul semacam sisik pada kepala. Pengendalian: dengan bubuk belerang.
  • Penyakit mata : Penyebab: bakteri dan debu. Gejala: mata basah dan berair terus. Pengendalian: dengan salep mata.
  • Mastitis : Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar. Gejala: puting mengeras dan panas bila dipegang. Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.
  • Pilek : Penyebab: virus. Gejala: hidung berair terus. Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.
  • Radang paru-paru : Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: napas sesak, mata dan telinga kebiruan. Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.
  • Berak darah : Penyebab: protozoa Eimeira. Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah. Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.

Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti an]ing. Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan men]aga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.

Panen Kelinci

Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu sedangkan Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk

Penangkapan Kelinci

Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar kelinci tidak kesakitan.

Pasca Panen Kelinci

Stoving : Kelinci dipuasakan 6-10 ]am sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian minum tetap . 

Pemotongan Kelinci

Pemotongan dapat dengan 3 cara:

  • Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala dan saat koma disembelih.
  • Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher. Cara ini kurang baik.
  • Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain.

Pengulitan Kelinci

Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci digantung.

Pengeluaran Jeroan Kelinci

Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.

Pemotongan Karkas Kelinci

Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.

Analisis Usaha Budidaya Ternak Kelinci

Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 20 ekor induk:

Biaya Produksi
  1. Kandang dan perlengkapan                                      1.000.000,-
  2. Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000,                               600.000,-
  3. Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,-                                     60.000,-
  4. Pakan
    1. Sayur + rumput                                         Rp. 1.000.000,-
    2. Konsetrat (pakan tambahan)                    Rp. 2.000.000,-
  5. Obat                                                                         1.000.000,-
  6. Tenaga kerja 2 x 12 x Rp. 150.000,-                       3.600.000,-

Jumlah biaya produksi                                               Rp. 9.260.000,-

Pendapatan Ternak Kelinci

Kelahiran hidup/induk/tahun = 31 ekor

Pen]ualan:

  1. Bibit: 20 x 15 x Rp. 20.000,- 6.000.000,-
  2. Kelinci potong 20 x 15 x Rp. 50.000,- 15.000.000,-
  3. Feses/kotoran                                                            60.000,-
  4. Bulu      750.000,-

Jumlah pendapatan                                       Rp. 21.810.000,-

Keuntungan  Ternak Kelinci                                             Rp. 12.550.000,-

Parameter kelayakan usaha Budidaya Ternak Kelinci

- B/C ratio                                                                                 = 2,36

Gambaran Peluang Agribisnis Ternak Kelinci

Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama yang berasal dari protein hewani sampai saat ini masih belum terpenuhi. Kebutuhan daging kita masih banyak dipenuhi dari impor. Kelinci yang punya keunggulan dalam cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya biaya produksi men]adikan ternak ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan harga daging maupun bulu yang cukup tinggi.

DAFTAR PUSTAKA TERNAK KELINCI

  • Anonymous, 1986, Pemeliharaan Kelinci dan Burung Puyuh, Yasaguna, Jakarta.
  • HR, 1995, Beternak Kelinci Unggul, Kanisius, Yogyakarta.
  • B, 1985, Beternak Kelinci Unggul, Penebar Swadaya, Jakarta.
  • M dan Minarti. S, 1990, Aneka Ternak, Universitas Brawi]aya, Malang.