PERANCANGAN TATA LETAK (LAY OUT) DAN ALUR PRODUKSI UNIT USAHA TANI BUNGA POTONG

Perancangan Tata Letak (Lay out) unit usaha tani bunga potong (kebun) adalah susunan penempatan sarana produksi tanaman, tanaman dan produknya di kebun dan unit pengolahan produknya (pasca panen). Penataletakan tersebut merupakan salah satu fase dalam perancangan sistem produksi tanaman. Tata letak unit usaha tani yang baik diartikan sebagai penyusunan atau penempatan yang teratur dari semua sarana produksi tanaman, tanaman (juga ternak dalam sistem terpadu), dan karyawan dikebun. Sarana produksi tanaman mencakup bahan-bahan dan alat-alat/mesin yang digunakan dalam proses produksi tanaman, termasuk tempat penerimaan/penyimpanan bahan dan pengiriman/penyimpanan produk.mawar.jpg

Tujuan penataletakan adalah mencapai arus proses produksi tanaman yang efektif dan efisien dengan adanya arus bahan dan hasil serta pergerakan alat/mesin dan karyawan yang lancar di kebun/unit pengolahan (pasca panen).

Terdapat dua pola penataletakan unit usaha berbentuk pabrik yakni penetaletakan atas dasar proses (disebut process lay out) dan penataletakan atas dasar arus (disebut flow/line lay out). Di dalam praktek usahatani yang hanya berupa kebun (agricultur), penataletakan berdasarkan proses merupakan pola peletakan yang umum. Sehingga Desain kebun untuk bunga dan tanaman hias dapat diidentikan dengan desain kebun buah-buahan yang menurut Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB (1998) pada prinsipnya terdiri atas zona-zona sebagai berikut.

  1. Zona produksi lapang
  2. Zona penanganan pasca panen
  3. Zona pelayanan
  4. Zona perumahan
  5. Zona umum atau zona penerimaan

Zona Produksi Lapang UNIT USAHA TANI BUNGA POTONG

Zona produksi merupakan inti kebun dan mewadahi aktivitas budidaya tanaman. Zona ini terdiri atas pertanaman di lapang dan areal pembibitan. Zona ini seharusnya berada dalam suatu hamparan yang tidak terputus-putus, terbebas dari penggunaan lain seperti bangunan perumahan. Zona ini merupakan zona yang terluas dibandingkan keempat zona lainnya. Luasnya, tidak termasuk sekitar 4-5 % untuk jalan kebun dan saluran drainase, mencapai 90-95 % total area. Mengingat hal tersebut maka zona produksi ini dapat diletakkan relatif jauh terhadap akses utama kebun. Namun demikian dalam zona produksi haruslah terdapat jalan untuk pelayanan kebun atau service path yang secara hirarkhis dapat menjangkau hingga ke pelosok kebun, bahkan jika memungkinkan dapat menjangkau satuan-satuan baris ganda tanaman.

Zona Penanganan Pasca Panen UNIT USAHA TANI BUNGA POTONG

Zona penanganan pasca panen merupakan area kegiatan penanganan pasca panen dan pengolahan hasil. Proses penanganan pasca panen dan pengolahan hasil dilakukan oleh atau dengan suatu manajemen agroindustri. Dalam zona ini terdapat bangunan atau fasilitas sebagai berikut.

  1. Emplasemen (area penampungan hasil).
  2. Bangunan pabrik untuk pengolahan hasil dan atau penanganan pascapanen (packing house).
  3. Gudang bahan mentah (hasil panen).
  4. Gudang bahan pembantu (bahan kimia, karton untuk packing, tali).
  5. Gudang hasil/produk akhir (gudang penimbunan sementara).

Hasil dari kebun diterima di emplasemen, sebagian disimpan sementara di gudang bahan mentah, yang lain ditangani (dibersihkan, dipilah dan diklasifikasi, dikemas) di packing house. Hasil yang telah dikemas disimpan sementara di gudang produk akhir.

Zona Pelayanan UNIT USAHA TANI BUNGA POTONG

Zona pelayanan (service area) merupakan tempat untuk fasilitas-fasilitas di bawah ini.

  1. Bengkel/workshop.
  2. Gudang peralatan kebun, peralatan umum dan gudang perkakas.
  3. Gudang pupuk, pestisida dan kapur pertanian.
  4. Garasi traktor, truk pengangkut, mobil box dan sejenisnya.

Zona Perumahan UNIT USAHA TANI BUNGA POTONG

Pada zona perumahan ini terdapat fasilitas antara lain fasilitas olah raga, masjid, unit penjernihan air (untuk air minum), ruang pertemuan dan sebagainya. Zona perumahan perlu berada jauh dari zona penanganan pasca panen untuk menghindari dampak kegiatan pasca panen yaitu polusi udara, air, suara, bau dan sebagainya. Zona perumahan perlu dirancang sedemikian, sehingga penataannya menginduksi kemungkinan kontak sosial yang besar antar tetangga. Pola (konfigurasi) cul de sac (gang buntu) dan loop pendek dapat merupakan alternatif yang direkomendasikan. Pada pola estate, rancangan lingkungan sedemikian dan ditambah dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang memadai dapat menambah daya tarik calon investor.

Zona Umum atau Penerimaan UNIT USAHA TANI BUNGA POTONG

Zona umum merupakan etalase perkebunan. Zona ini menampung aktivitas menerima tamu, kunjungan, melakukan promosi dan sebagainya. Dalam zona ini masyarakat dan klien pihak perkebunan dapat meminta layanan informasi, mengadakan transaksi jual beli dan sebagainya. Oleh karena itu zona ini harus dekat dengan akses keluar-masuk misalnya dengan jalan raya dan sebagainya.

Pola Produksi UNIT USAHA TANI BUNGA POTONG

Tahapan produksi untuk usaha tani krisan, mawar dan asparagus adalah identik. Dimulai dengan persiapan lahan, pembibitan penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen serta pemasaran. Berikut adalah alur produksi usaha tani krisan, mawar dan asparagus bintang secara umum .

bagan1.gif

Alur Produksi Bunga Secara Umum

Sarana dan Prasarana UNIT USAHA TANI BUNGA POTONG

Sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam mengelola usaha tani krisan (potong dan pot), mawar dan asparagus bintang relatif sama yaitu harus bergantung pada kondisi topografi, iklim, luas areal dan desain kebun. Prasarana dalam hal ini adalah ketersediaan air, jaringan listrik, jaringan jalan, jaringan komunikasi dan kondisi iklim sedangkan sarana diklasifikasikan menjadi sarana pra produksi, produksi, pasca panen. Berikut adalah masing-masing bagian :

  • Instalasi irigasi : Ketersediaan air penting dirasakan manfaatnya dalam metabolisme tanaman. Terkadang banyaknya deterjen dan pestisida menyebabkan beberapa tanaman bunga tidak bisa menarik ion fosfat dari medianya sehingga pertumbuhan generatif tanaman terganggu. Instalasi irigasi yang diperlukan untuk pembuatan sistem irigasi adalah bak pengumpulan air, pompa pendorong, pressure regulator yang berfungsi sebagai pengontrol tekanan yang dihasilkan oleh pompa pendorong dan jaringan penyiraman. Penyiraman dapat berupa perendaman dan irigasi tetes. Hendaknya diusahakan supaya pemupukan bersamaan pelaksanaannya dengan pengairan yang dikenal dengan fertigasi .

bagan2.gif

Sistem irigasi spaghetty tube pada krisan pot.

  • Instalasi listrik : Beberapa tanaman hias dan bunga potong seperti krisan, gysophila dan poinsettia adalah tanaman yang berhari pendek, artinya tanaman akan berbunga apabila menerima rangsangan hari pendek. Untuk pertumbuhan vegetatif yang baik dibutuhkan cahaya lebih kurang 14 jam lamanya.
    Pemasangan jaringan atau instalasi listrik di dalam rumah naungan disesuaikan dengan kebutuhan jumlah cahaya yang diperlukan oleh tanaman. Sebagai contoh, cahaya minimal untuk tanaman krisan tidak boleh kurang dari 70 lux (jika menggunakan lampu pijar/bohlam) atau 40 lux jika menggunakan lampu neon.
  • Jaringan Jalan
  • Jaringan jalan dibuat untuk mempermudah mobilisasi dalam pemeliharaan, dan pemanenan tanaman, sehingga nantinya berpengaruh dalam jumlah biaya yang dikeluarkan. Tidak tersedianya jalan yang memadai akan menghambat pembangunan, pemeliharaan dan pengangkutan hasil-hasilnya.
  • Jaringan komunikasi
  • Saluran telepon dan faksimile seringkali belum terjangkau daerah pedalaman. Namun, sekarang ini sudah tersedia alat komunikasi tanpa kabel yang sedikit banyak bisa mengatasi kesulitan komunikasi.

Pada subsistem pra produksi dan produksi diperlukan sarana-sarana sebagai berikut :

  1. Sarana pra produksi : Sarana praproduksi ini dapat berupa ketersediaan ruangan pengakaran, dan ruangan pembibitan yang tujuannya untuk mengakarkan atau aklimatisasi bibit hasil impor atau untuk perbaikan kualitas, juga untuk perbanyakan tanaman induk. Dalam ruang pembibitan dapat tersedia instalasi listrik untuk perlakuan panjang hari, instalasi penyiraman dan pemupukan.
  2. Sarana produksi dan pasca panen : Bangunan penunjang produksi dapat berupa bangunan gudang yang digunakan untuk menyimpan pupuk, pestisida, gunting, sarung tangan dan ember. Bangunan rumah plastik yang berfungsi mengurangi sengatan matahari secara langsung pada tanaman dan curahan air hujan, juga dilengkapi dengan instalasi penerangan untuk penambahan panjang hari.. Tipe bangunan yang akan digunakan ikut menentukan kualitas, kuantitas dan kontinuitas produksi komoditi yang diusahakan, sehingga tipe bentuk dan ukuran bangunan tanam harus mendukung kondisi agroklimat tanaman yang ada didalamnya, selain harus murah dan ekonomis.

Sarana lainnya adalah sarana tidak tetap seperti pupuk, pestisida dan media tanam serta ZPT. Ruang pasca panen dilengkapi dengan ruang berpendingin (cool storage), meja sortasi, alat perontok daun, alat pemotong batang dan alat pemotong plastik. Pengangkutan hasil panen menggunakan mobil berpendingin.

Struktur Organisasi dan Manajemen UNIT USAHA TANI BUNGA POTONG

Dalam melaksanakan usaha/proyek yang telah layak (feasible) untuk dikembangkan, peranan manajemen tidak dapat diabaikan untuk keberhasilan dari usaha tersebut. Bagaimanapun baiknya prospek dari gagasan usaha/proyek yang dilaksanakan tanpa didukung dengan manajemen yang baik, tidak mustahil akan mengalami kegagalan.

Menurut Mugnisyah (2000) rencana operasional perusahaan harus mencerminkan rencana strategis menunjukkan pentingnya pengorganisasian karyawan dalam perusahaan. Dalam konteks ini organisasi didefinisikan sebagai suatu koordinasi aktivitas yang rasional dari kelompok orang dengan maksud untuk mencapai tujuan yang sama. Definisi ini memiliki dua hal atau bagian yang penting. Yaitu :

  • Adanya koordinasi atas aktivitas dari sekelompok orang.
  • Adanya tujuan organisasi yang pada kasus perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan, menyediakan kondisi bekerja yang baik dan memenuhi pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Struktur Organisasi industri bunga dan tanaman hias adalah sederhana, secara garis besar struktur organisasi :
bagan3.gif

Struktur Organisasi

Menjalankan manajemen operasional di sebuah usaha bunga dan tanaman hias tidaklah terlalu memerlukan struktur yang rumit. Pengawasan hanya terfokus pada tiga kegiatan besar, yaitu produksi, pasca panen dan pengelolaan umum (pengawasan mekanik dan administrasi). Pengawasan produksi dipimpin oleh manajer produksi, pengawasan pasca panen dipimpin oleh manajer pasca panen dan untuk umum pengawasan dilakukan oleh seorang manajer umum.


Incoming search terms / Hasil Pencarian Anda :

  • diagram alir proses budidaya tanaman hias
  • diagram alir teknik budidaya tanaman hias
  • makalah perencanaan layout industri farmasi
  • gamar bagan budidaya tanaman asparagu
  • struktur organisasi ternak ikan hias
  • diagram alir proses pembenihan ikan secara umum
  • struktur organisasi perusahaan furniture
  • arti layout dalam perkebunan
  • Contoh tata letak mesin usaha rumah makan
  • contoh bagan alur produksi
  • contoh struktur organisasi produk rokok
  • contoh bagan pembuatan makanan
  • Contoh bagan peralatan perusahaan sepatu
  • contoh bagan pertanian
  • skema proses perusahaan meubel
  • diagram produksi manajemen
  • hiasan gambar bagan
  • lay out kebun buah dan rumah makan
  • bagan desain proses produksi
  • contoh struktur organisasi ayam
  • bagan alur operasional perusahaan proyek
  • gambar tata letak tetap
  • alur produksi bengkel
  • profil organisasi perusahaan kopi
  • perencanaan usaha tani mawar potong
  • proses perancangan sistem produksi tanaman hias
  • gambarkan alir proses pembenihan ikan dan bahan yang di butuh kan
  • rancangan bunga mawar
  • rancangan irigasi tetes
  • rancangan tata letak pabrik
  • rancangan tata letak pabrik buah
  • skema pabrik produksi
  • skema letak mesin pembuat perabot
  • skema irigasi tetes
  • skema fertigasi tetes
  • skema bangunan pabrik kabel
  • setruktur organisasi kebun karet
  • skema struktur organisasi perusahaan di bidang pabrikan
  • sekema manajemen rumah makan
  • rencana layout tata letak usaha bunga kering
  • skema pembibitan kelapa
  • irigasi tetes pada pembibitan sawit
  • layout toko tani
  • lay out pembenihan
  • layout produksi sederhana
  • layout produksi mebel
  • layout mesin barecore
  • layout letak fasilitas bangunan pabrik pengolahan ikan
  • gambaran umum rencana usaha kopi buah
  • layout industri farmasi
  • letak peralatan Pabrik pengolahan udang
  • Lay Out Pabrik Penyimpanan Beku Ikan
  • pembuatan struktur organisasi restoran
  • perencanaan pabrik benih jagung
  • Perencanaan organisasi tanaman hias
  • perancangan proses produksi
  • pabrik pengolahan mebel dari karet
  • membuat struktur perusahaan restoran
  • lay out mesin produksi kelapa sawit
  • ley out pabrik minuman
  • layout jaringan irigasi sederhana
  • tata letak ruang dan peralatan agroindustri
  • struktur organisasi rmh makan
  • struktur organisasi restoran
  • struktur organisasi proyek perumahan
  • struktur organisasi proses produksi
  • struktur organisasi perusahaan perkebunan
  • struktur organisasi perusahaan mawar
  • struktur organisasi perusahaan makanan
  • struktur organisasi perusahaan industri sepatu
  • struktur organisasi perusahaan industri
  • struktur organisasi perusahaan farmasi
  • struktur organisasi toko meubeul
  • struktur organisasi untuk usaha budidaya ikan hias
  • TATA LETAK PRODUKSI TEKSTIL
  • tata letak Pabrik pengolahan udang
  • tata letak mesin barecore
  • tata letak bangunan pertanian pada perusahaan
  • susunan tata letak pabrik
  • susunan organisasi perusahaan tekstil
  • susunan letak mebel
  • subsistem Perusahaan Bagan
  • struktur perusahaan kopi
  • struktur pembangunan pabrik
  • struktur organisasi perkebunan kelapa sawit dan fungsinya
  • struktur organisasi penjualan nasi goreng sederhana
  • struktur organisasi pekerja kelapa sawit
  • struktur industri tahu
  • struktur industri
  • struktur do agram usaha sederhana
  • skripsi tata letak peralatan pada perusahaan perikanan
  • skema/gambar contoh kegiatan produksi pabrik sepatu
  • skema tata letak ruang kantor
  • struktur rencana layout pembangunan perusahaan
  • skema proses pengolahan industri textil
  • skema produksi
  • skema perontok padi
  • struktur konter besar dan gambarnya
  • struktur manajemen home industri makanan
  • struktur organisasi pabrik tahu

Leave a Reply